situs FREEMASON
Diposting oleh Unknown di 13.31 0 komentar
Label: Artikel Islam
HOLLYWOOD, CIA & PENTAGON
Hubungan Gelap CIA-Hollywood
Ada artikel menarik yang diturunkan Prespektif (http://www.irib.ir/, Juli 2007) berjudul "Kolaborasi Hollywood dan CIA". Artikel tersebut diawali dengan sebuah pertemuan yang tidak disebut tanggal kejadiannya, antara para pejabat CIA dengan sejumlah perusahaan film Hollywood, yang dalam pertemuan tersebut dikatakan menunjuk anggota CIA bernama Paul Barry, berperan sebagai mediator antara CIA dengan Hollywood. Berita yang berasal dari UPI (United Press International) ini secara garis besar menyatakan bahwa CIA menginginkan Hollywood agar mencitrakan agen-agcn CIA di dalam film-filmnya sebagai orang yang penuh dedikasi, herois, handal dan berani, tanpa menghilangkan sisi kemanusiaannya. CIA jelas berkepentingan dengan hal tersebut guna mendongkrak citranya yang terpuruk dalam penegakan hak asasi manusia di berbagai belahan dunia.
Juru Bicara CIA, Paul Gimicliano dalam pertemuan itu membacakan pemyataan resmi yang menyatakan, program pemantauan langsung CIA terhadap aktifitas Hollywood dan media Amerika lainnya akan terus berlanjut. Ini berarri pemantauan yang dilakukan CIA terhadap institusi kesenian AS tersebut telah lama dilakukan. CIA sudah lama menyusupkan agen-agennya dalam industri film, pers, dan media massa lainnya di Amerika dan juga negara-negara yang dianggap penting, guna memuluskan ambisi imperialisme AS sebagai The New Pax-Romana. Khusus untuk Hollywood, Washington melihat kemampuan studio raksasa ini yang sangat besar untuk menyebarkan nilai-nilai Amerika, ke seluruh penjuru dunia. Hollywood harus mampu menyebarkan The American Dreaming tentang "Kebebasan, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia" yang seluruhnya mengacu pada pola hidup dan pola pikir masyarakat Barat.
Agenda tersembunyi ini sesungguhnya bisa dilihat dari pesan-pesan yang ada di banyak film produksi Hollywood. Simak saja misalnya seri film Delta Force di tahun 1980-an yang dibintangi aktor Chuck Norris, yang selalu saja menjadikan kaum Yahudi sebagai manusia pilihan dan hero, sedangkan orang Islam—dalam film ini digambarkan sebagai orang-orang Arab—merupakan orang-orang yang biadab, tak tahu etiket, suka main perempuan, dan teroris.
Atau simak aksi Sylverster Stallone dalam Rambo dan sekuelnya. Bagaimana seorang veteran tentara Amerika sanggup mengobrak-abrik markas pasukan Soviet atau Vietkong sendirian. Inilah The American Dream. CIA menjadikan film-film Hollywood sebagai bagian dari promosi kehebatan Amerika. Dalam ilmu militer, CIA telah menjadikan Hollywood sebagai bagian dan Psy-war Unit, yang diharapkan mampu membuat gentar musuh-musuhnya dan membuat segan para sekutunya.
Pentagon Runs Hollywood
Selain keterlibatan CIA, Pentagon ternyata juga memiliki hubungan kerjasama dengan Hollywood. Harian Swedia, Hallandsposten, terbitan 26 Maret 1999, merilis sebuah berita terkait berjudul "Pentagon Runs Hollywood'. Artikel ini disalin lagi oleh Wes Penre dalam situsnya pada tanggal 30 Maret 1999 dengan judul yang sama. Kisahnya tentang campur tangan Pentagon sebagai Markas Besar Angkatan Bersenjata AS ke dalam industri perfilman Hollywood. Seperti juga dengan CIA, Pentagon juga memanfaatkan Hollywood untuk mendongkrak citranya ke seluruh dunia bahwa militer AS adalah yang angkatan bersenjata yang tercanggih dan terkuat di dunia. Dan ini memang benar adanya. Selain untuk menaikkan citra institusional, Pentagon juga ingin agar Hollywood mencitrakan sosok tentara Amerika sebagai tentara yang tidak terkalahkan dalam segi apa pun, Pentagon ingin agar dunia tahu bahwa tentara Amerika merupakan super hero, paling profesional, terkuat, paling pemberani, paling disiplin, paling demokratis, paling tangguh, paling perkasa, paling ulet, dan paling-paling lainnya. Yang belakangan inilah yang sama sekali tidak benar.
Di Irak saja, ada banyak tentara AS yang menderita depresi, bahkan melakukan bunuh diri, karena tidak tahan dengan tekanan saat bertugas di medan laga yang kering dan gersang. Jika kita menonton film-film underground Barat sendiri atau melihat tayangan berita yang disiarkan AJ-Jazeera misalnya, ada banyak tentara AS yang menjerit-jent ketakutan atau bahkan menangis karena rindu kampung halaman. Film dokumenrer Fahrenheit 911 garapan sutradara AS Michael Moore juga memperlihatkan yang demikian. Jadi janganlah kita membayangkan sosok tentara AS seperti John Rambo, yang mampu sendirian masuk ke markas musuh dan menghancurkan semuanya.
Di sisi lain, film-film Hollywood yang mengambil setting militer AS dan sejenisnya memang menjadi salah satu genre yang paling diminati penonton. Sebut saja Saving Privat Ryatt, Top Gun, Platoon, Hamburger Hills, SWAT, We Are Soldiers, Pearl Harbour, Band of the Brothers, Full Metal Jacket, Patton, Black Hawk Down, Glory, The Caine Mutiny, Letters From Iwo Jima, The Great Escape, The Dirty Dozen, A Bridge to Far, dan lainnya.
.
Salah satu kerjasama antara Hollywood dengan Pentagon dalam produksi film adalah dalam penyediaan persenjataan dan alat-alat tempur, selain tentunya teknik dan strategi peperangan. Dalam film Top Gun yang dibintangi Tom Cruise misalkan, Pentagon meminjamkan pesawat jet F-16 dan juga pilotnya sebagai stuntman. Dalam 'Black Hawk Down', Pentagon malah mengirimkan ratusan personel marinir betulan untuk ikut sebagai pemain.
Pentagon memandang, film-film bertemakan perang dan sejenisnya mampu memompa semangat korps angkatan bersenjata AS. Selain itu, Pentagon juga ingin agar dunia tahu bahwa persenjataan dan personel tentara AS merupakan yang terkuat di dunia. Film Hollywood dianggapnya sebagai bagian dan semacam Psywar Unit.
Bisa jadi, disebabkan adanya kerjasama itulah ketika kemarin Rezim Bush tengah mengincar Iran, tiba-tiba muncul film "300" yang sangat merendahkan peradaban dan martabat bangsa Persia.
WAS PENRE : Eks Pemuja Setan Yang Bertobat

Pada tahun 1970-an, saat anak-anak muda AS gandrung pada gaya hidup hippies. Penre merupakan salah seorang anggotanya. "Saya ikut gerakan hippies membiarkan rambut saya panjang, dan ikut dalam aksi unjuk rasa menentang invasi Amerika di Vietnam," tulis Penre di situsnya, Illumnaty News.com pada 11 April 2005.
Penre yang menyatakan peduli dengan politik tapi tidak mau masuk jadi anggota satu partai politik pun, menyatakan bahwa tahun 1980-an merupakan tahun kegelapan bagi perjalanan hidupnya. "Gerakan hippies di era itu sudah mati. Yang ada anak-anak muda yang kecanduan narkotika dan obat-obatan. Masyarakat tidak punya arah. Di saat itulah musik heavy metal bangkit. Saya menjadi anggota kelompok band heavy metal yang sungguh-sungguh memuja setan. Saya kehilangan semangat hidup dan tidak tahu harus kemana. Suatu ketika saya bergabung dengan kelompok rahasia pemuja setan dan mulai membahas tentang The New World Order dan sebagainya."
Saat itu, Penre juga menulis syair lagu-lagu rock dan heavy metal yang bertemakan pemujaan terhadap kebebasan seks, pemujaan setan, penghinaan kepada semua agama, peperangan, dan sejenisnya. "Anehnya, studio-studio besar seperti BMG Sony mau merekam lagu-lagu itu. Padahal saya pernah menulis lagu yang syairnya tentang ketuhanan, perdamaian, dan sebagainya, tapi ketika itu tidak ada yang tertarik merekamnya."
Tahun 1988 Penre menikah dengan seorang anggota Secret Society perempuan. Karena keduanya berpikir kritis, mereka kemudian sadar dan meninggalkan kelompok itu. "Dengan uang yang ada, kami membeli komputer dengan peralatan internet yang tidak sebaik saat mi. Saya berselancar di alam maya dan sungguh ironis, internet telah menyelamatkan saya. Saya baru menyadari kenyataan bahwa di belakang semua industri rekaman, juga industri hiburan lainnya, ada satu kelompok yang mengatur segalanya. Kelompok ini adalah Illuminati," tegas Penre yang kemudian beralih profesi menjadi seorang peneliti okultisme dan kelompok-kelompok rahasia. Awal tahun 2000, Penre meninggalkan dunia hiburan. Latar belakangnya sebagai anggota kelompok pemuja setan, artis, sekaligus penulis lagu, sangat membantunya dalam profesinya yang baru ini. Sejumlah artis secara diam-diam membantu Penre untuk mengusut Illummaty di belakang industri hiburan Amerika. Sekarang Penre banyak menulis artikel-artikel tentang pengaruh Illuminati terhadap dunia hiburan Amerika dan juga dunia.

Yahudi Sebagai Dalang.
Berbekal pengalamannya malang-melintang di dunia hiburan, musik cadas yang dekat dengan kelompok penyembah setan, bahkan Penre juga aktif dalam The Secret Society, membuatnya menjadi seorang penulis yang produkrif. Walau telah meninggalkan dunia hiburan, tapi Penre tetap mengamati gerak dunia yang dulu pernah digelutinya. Hanya saja, jika dahulu dia sebagai pemain, maka sekarang dia lebih sebagai seorang Penre menemukan bukti adanya kelompok khusus dan tersembunyi, yang bergerak secara rahasia, yang terdiri dari tokoh-tokoh Yahudi multinasional dan juga para pengusahanya, yang berada di belakang seluruh industri rekaman besar AS dan juga di belakang industri hiburan AS. "Gerakan ini dikuasai oleh kelompok yang sangat kaya dan mereka menamakan dirinya Illuminati atau Moriah Conquering. Mereka bermain di belakang industri hiburan dunia dengan tujuan agar bisa mempengaruhi pikiran umat manusia agar tunduk pada cita-cita mereka, yakni menciptakan One World Government" tegas Penre.
"Bukan rahasia lagi di AS bahwa siapa pun yang ingin namanya besar dan menjadi orang terkenal di dunia hiburan, maka ia harus tunduk dan mau bekerja sebagai agen dari Illuminati, atau setidaknya mau diajak bekerjasama, dengan sadar atau tidak," lanjutnya.
Penre mengatakan bahwa jika Anda artis, maka sesungguhnya Anda bisa bebas untuk kemana saja, dan untuk bekerjasama dengan siapa saja. Namun industri hiburan menyebabkan seorang artis tidak bisa bergerak bebas dan tidak bisa bebas menentukan dengan siapa harus bekerjasama. "Ada agen, ada manajer, ada direktur, dan sebagainya. Tidak jarang artis hanyalah boneka perahan dari perusahaan tempatnya mencari nafkah. Hollywood adalah perusahaan hiburan terbesar di dunia yang sepenuhnya dikendalikan oleh Illuminati dan juga Freemason," tandas Penre lagi yang menyatakan jika si artis tidak mau dikendalikan maka artis itu biasanya tidak mendapat job rekaman, karirnya dihalangi, atau bahkan jika perlu dibunuh.
"Ada banyak kasus bunuh diri pada artis di Amerika, yang sesungguhnya mereka bukanlah bunuh diri melainkan dibunuh. Ada yang mempergunakan obat-obatan hingga melebihi dosis, kecelakaan, atau kepalanya ditembak. Contoh paling baik adalah apa yang menimpa mantan gitaris grup band Metallica di tahun 1980-an yang diketemukan mati di kamar sebuah hotel," ujarnya.
KUASA YAHUDI atas HOLLYWOOD
Apa yang diungkapkan Dolly Parton sungguh tidak benar. Hanya mengulang pernyataan kaum anti Semit yang menyebarkan kedustaan bahwa Hollywood dipenuhi dan dikendalikan oleh kaum Yahudi. Pernyataan dia bisa menimbulkan api permusuhan antara kaum Yahudi dengan orang-orang Kristen. Saya tegaskan, Yahudi sama sekali tidak mengendalikan Hollywood!" kilahnya.
Mendapat reaksi keras dari ADL, Dolly Parton baru menyadari jika dirinya dalam bahaya besar. Karirnya bisa saja diganjal lobi Yahudi Amerika yang siapapun tahu sangat kuat pengaruhnya di negeri besar itu. Dengan cepat Parton menggelar konferensi pers dan dengan terbuka menyampaikan permintaan maafnya. Parton juga menulis surat ke Foxman, "Saya sangat menyesali apa yang telah saya katakan kemarin. Saya menarik pernyataan itu dan sama sekali tidak bermaksud demikian. Sekali lagi, saya minta maaf." Kepada media massa AS, Foxman menyatakan menerima maaf Parton dan mengatakan, "Pernyataan maafnya benar-benar keluar dan hati yang tulus. Dia telah menyadari kesalahannya dan dia sungguh tahu bahwa kami sama sekali tidak mengendalikan Hollywood". Siapa pun tahu, Dolly Parton benar dan Foxman telah berdusta. Namun lobi Yahudi di AS sangatlah kuat, sehingga dengan dukungan media massa besar yang ada di sana, segala yang hitam bisa menjadi putih dan yang putih bisa dikatakan hitam.
Kisah Victor Marchetti
Apa yang dialami Victor Marchetti, seorang editor muda Amerika, di era 1970-an bisa dijadikan gambaran. Saat itu, Marchetti tengah bekerja sebagai screenuriter pada sebuah film spionase. Atasan Marchetti seluruhnya orang Yahudi. Merekalah yang menyeleksi film-film mana yang boleh diedarkan dan mana yang tidak. Bahkan lebih jauh, para petinggi studionya juga memiliki hak untuk menyeleksi tumpukan skenario yang ada dan menentukan mana skenario yang akan dibuat menjadi film dan mana skenario yang akan masuk tong sampah. "Seluruh atasanku orang Yahudi, termasuk CEO dan 20th Century Fox, kecuali satu yang bukan Yahudi, Alan Ladd Jr," ujar Marchetti. Dalam satu rapat, di MCA-Universal, studio tempat diproduksmya film 'Schlinder's List', rapat sempat dihentikan sejenak tatkala seaeorang masuk ke ruang rapat dan duduk di dekat Marchetti. Sosoknya kecil dan tidak menyolok. Marchetti juga tidak pernah melihatnya selama bekerja di Hollywood. Orang asing ini kemudian bicara dengan atasan Marchetti dengan bahasa dan aksen yang sungguh tidak dipahami editor muda Amerika ini sembari menunjuk-nunjuk skrip film. Setelah itu dengan sedikit melempar senyum ke arah Marchetti, orang asing itu kemudian keluar ruangan. "Siapa dia?" tanya Marchetti pada pimpinan studio. Orang berpengaruh di Hollywood yang menjadi atasannya Marchetti ini dengan terus terang menjawab, "Dia orang Israel. Saya ingin meyakinkan bahwa film-film yang kita buat seluruhnya tidak ada yang menyinggung perasaannya."
Rapat pun dilanjutkan. Diam-diam Marchetti menghitung di sekeliling ruangan. Ada Sembilan orang di ruangan rapat tersebut dan Marchetti merasa terasing karena dia satu-satunya yang bukan Yahudi. "Ini bukan terjadi sekali dua kali saja. Saya sering mengikuti rapat di berbagai studio Hollywood ini, dan hampir keseluruhan rapat yang saya ikuti, sayalah satu-satunya peserta rapat yang gentiles (non-Yahudi)," ujar Marchetti. "Ini sungguh-sungguh konyol. Sekelompok kecil orang yang populasinya tidak sampai tiga persen dibanding total populasi Amerika, dan para tokohnya juga memiliki loyalitas ganda selain kepada negara Amerika, mampu mengontrol kebudayaan bangsa ini, sistem keuangan, dan juga lembaga-lembaga pemerintahan. Namun ketika ada orang yang menyatakan fakta tersebut, mereka akan segera menyerangnya dan menuding orang yang mengatakan fakta itu sebagai rasis. Realitas ini sungguh-sungguh konyol," keluh Marchetti. Kisah tentang Marchetti dan juga Dolly Parton di atas dimuat dalam satu esai pertanggal 1 April 1994 tentang Pandangan Baru Amerika yang dicetak secara terbatas. Marchetti yang pernah bekerja di CIA selama 14 tahun sebagai Asisten Eksekutif Deputy Director kemudian menulis sebuah buku berjudul "The CIA and the Cult of Intelligence". Presentasi Marchetti sendiri dalam The Ninth IHR Conference berjudul "Propaganda and Disinformation: How the CIA Manufactures History" diterbitkan pada musim gugur tahun 1989 oleh Journal of Historical Review.
Apa yang diungkapkan Marchetti sesungguhnya bukan barang baru mengingat di tahun 1988, sebuah buku setebal 502 halaman telah terbit di New York. Judulnya cukup menarik: An Empire Of Their Own. How The Jews Invented Hollywood, penulisnya bernama Neal Gabler. Secara ringkas, buku ini memaparkan bagaimana Hollywood dikuasai oleh Yahudi, dari tukang lampu, penulis skrip, skenario, sutradara, pemain, produser, hmgga bos-bos besar studio filmnya.
Oleh para pengamat, buku Neal Gabler ini dianggap sebagai buku yang berani dan bahkan salah-salah membacanya bisa dikategorikan sebagai buku yang mampu mendorong orang untuk bersikap anti-Semit. Ini bisa benar bisa pula tidak. Faktanya adalah, apa-apa yang diungkap buku tersebut adalah seratus persen fakta sesungguhnya: Bagaimana orang-orang Yahudi telah mencengkeram kuku kekuasaannya atas industri perfilman Amerika dan juga dunia. "Yahudi tidak akan datang ke Hollywood jika mereka tidak ingin menguasainya," tegas Gabler.
Di dalam bukunya, Gabler memaparkan kisah-kisah kecurangan yang dilakukan para pengusaha film Yahudi di Hollywood. "Adolf Zukor dan Carl Laemmle, dua tokoh pengusaha Hollywood, telah menggunakan kamera Edison secara illegal tanpa membayar royaltinya. Louis B.Mayer menipu produser film 'Birth of a Nation' lewat pemalsuan data-data pembukuan yang menguntungkan dirinya sendiri lebih dan $500.000 dan pertunjukan film tersebut di tahun 1915," tulis Gabler.
Di awal abad ke-21, wilayah Hollywood merupakan salah satu tujuan utama para imigran Yahudi dari penjuru dunia, terutama yang berprofesi sebagai pekerja seni. Mereka datang secara sendiri-sendiri maupun secara berkelompok. Yang punya modal langsung mendirikan studio-studio, dan yang datang seiidiri-sendiri dengan modal tekad semata bekerja keras menarik perhatian para produser dan sutradara. Kian lama, wilayah Hollywood kian ramai. Daerah yang tadinya sepi dan hanya berupa dua buah peternakan, kini telah berubah menjadi daerah yang tidak pernah tidur. Siang disinari cahaya matahari yang melimpah dan malam diguyur cahaya lampu ribuan bahkan jutaan kilowatt. Sampai sekarang, Hollywood menjadi salah satu 'The American Dreaming bagi anak-anak muda seluruh dunia yang memilih karir sebagai pekerja seni. Tanpa tahu apa yang sesungguhnya berada di balik tirai gemerlap Hollywood.
PROTOCOLS of ZION
.
2) Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, Konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.
3) Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus mengapa dengan kebebasan itu. Inilah tugas Konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.
4) Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan trik, pemerasan, dan pembalikan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.
.
.
8) Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, pengrusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.
9) Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi Konspirasi untuk menguasainya.
11) Perang yang dikobarkan Konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.
.
15) Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada Konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.
16) Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi Konspirasi untuk memuluskan tujuannya.
19) Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, Konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.
20) Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki Konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.
21) Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.
23) Satu rezim terselubung akan muncul setelah Konspirasi berhasil melaksanakan programnya.
24) Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak Konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.
Diposting oleh Unknown di 12.48 0 komentar
Label: Artikel Islam
Misi Gelap Walt Disney

Tahukah Anda bahwa di balik kekonyolan dan tingkah lucu karakter kartun Walt Disney tersimpan agenda jahat yang akan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan? Hal ini ditekankan oleh Wes Penre, tokoh penting di belakang kebangkitan musik rock dan heavy-metal AS di era 1980-an.
Wes Penre merupakan mantan anggota kelompok pemuja setan, yang kemudian bertobat dan menjadi peneliti dunia hiburan AS. Orang di belakang kesuksesan banyak kelompok music cadas Amerika ini dalam situs Illuminaty News (4 Juli 2004) menulis sebuah artikel singkat berjudul “The Walt Disney Agenda”.
Penre membuka artikel itu dengan kalimat, “Saya menonton film kemarin, judulnya “The Haunted Mansion”, dibintangi oleh Eddie Murphy. Film ini diproduksi oleh Disney. Ini bukan sekadar film setan dengan akting yang payah, ada sesuatu di baliknya. Pertanyaan pertama tentang film ini, setelah saya menontonnya, adalah: Untuk siapa sebenarnya film ini? Orang-orang dewasa, atau anak-anak? Jika untuk orang dewasa, film ini sangatlah naïf, terlalu enteng, dan tidak lucu. Namun jika untuk anak-anak, ini adalah film yang amat sangat menakutkan. Lalu, untuk siapa sebenarnya Disney membuat film ini?”
Penre mengatakan, untuk menjawab semua pertanyaan itu maka kita perlu mengetahui siapa sesungguhnya Walt Disney, apa misi utama perusahaan Disney, untuk apa didirikan, dan akan digunakan sebagai apa?
“Walt Disney merupakan anggota Freemasonry derajat 33°, suatu
derajat tertinggi yang hanya bisa dicapai oleh tokoh-tokoh Yahudi, dan juga anggota Illuminaty. Di balik seluruh karakter kartun yang diciptakannya yang tersebar di aneka film, buku cerita, dongeng, dan sebagainya, ada agenda tersembunyi illuminaty untuk mempengaruhi dan men-setting pemikiran anak-anak, ” tulis Penre.
Seluruh produksi Disney mengandung simbol-simbol Masonik, okultisme, dan juga indoktrinasi maupun pengendalian alam pikiran. “Lewat Disney, mereka telah meracuni pemikiran manusia sedari anak-anak agar bisa menerima ‘The New World Order’ suatu saat kelak. Mereka juga memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak seluruh dunia apa yang disebut sebagai black-magic, The Sorcery, sebagai jalan keluar yang bagus, ” tandas Penre yang juga banyak menulis masalah-masalah Illuminaty di dunia hiburan Amerika.
Tanpa Anda sadari, anak-anak Anda telah “menghilang” ke dalam Disneyland dan diculik oleh perusahaan Disney dan dikorbankan serta diperbudak menjadi agen-agen The New World Order di masa depannya. Hebatnya lagi, Disney mampu melakukan ini semua di kamar-kamar tidur dan kamar-kamar keluarga seluruh keluarga di dunia ini. “Sekarang kita kembali kepada film ‘The Haunted Mansion’. Kami paham, betapa tidak mungkinnya para orangtua melarang anak-anak menonton film ini, yang seolah-olah diperuntukkan bagi anak-anak, namun banyak memuat unsur-unsur kekerasan, seksualitas, dan sejenisnya, ” tambahnya.
Penre juga bercerita bahwa seorang sahabatnya pernah menemui hal ganjil di Disneyland-California. “Di suatu tempat di tengah areal Disneyland, orang ini masuk dan bersembunyi ke dalam semak-semak untuk sekadar merokok. Tanpa diduga, dari semak-semak itu terlihat sebuah lorong ke dalam tanah. Dia masuk ke dalam dengan hati-hati. Dari dalam tanah dia mendengar suara tangisan anak-anak…, ” ujar Penre.
Apa sesungguhnya misi Walt Disney? Bagaimana keterkaitan antara Disney dengan jaringan Yahudi yang menguasai Hollywood hingga hari ini? Untuk menjawab semua pertanyaan ini, silakan simak di majalah eramuslim digest edisi 3 dengan tema “Hollywood Undercover”. (Rizki) eramuslim.com
Diposting oleh Unknown di 12.44 1 komentar
Label: Artikel Musik
Berbekal Genjer-Genjer Lirik Negara Baru



Luka yang dirasakan selama bertahun-tahun hidup sebagai anak anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) memang sudah mengering. Namun, kehidupan yang tak kunjung berubah membuat Sinar Syamsi, anak pencipta lagu Genjer-Genjer Muhammad Arief, memilih pindah kewarganegaraan. “Saya ingin pindah ke Belanda atau China,” katanya.
................................
Lembaran di tiga buku catatan lagu itu tidak lagi utuh. Kertasnya lapuk dimakan usia. Meski masih bisa terbaca jelas, tulisan yang tergores di atas kertas itu pun mulai memudar. Di tiga buku itulah tertuang naskah asli lagu Genjer-genjer (Gendjer-Gendjer) milik sang penciptanya, Almarhum Muhammad Arief .
Lagu berjudul Genjer-genjer menjadi salah satu penggalan cerita yang mengiringi peristiwa Gerakan 30 September atau yang dikenal dengan sebutan G30S-Partai Komunis Indonesia. Konon, lagu yang menceritakan tentang tanaman genjer (limnocharis flava) itu dinyanyikan oleh anggota Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)-PKI, saat menyiksa para petinggi TNI di Lubang Buaya.
Cerita mengerikan versi Orde Baru yang lambat laun mulai diragukan seiring tidak terbuktinya penyiksaan para jenderal itu, membuat image lagu Genjer-genjer ikut pula mengerikan. Apalagi, G30S diikuti rentetan penculikan dan pembunuhan di beberapa kantong PKI. Termasuk di Banyuwangi, tempat pencipta lagu Genjer-genjer Muhammad Arief tinggal.
Benarkah lagu Genjer-genjer identik dengan PKI? Pertanyaan lama yang selalu dibantah, namun tetap tidak menghapus stigma. Budayawan Banyuwangi Fatrah Abbal, 76, menceritakan, lagu Genjer-genjer diilhami oleh masakan sayur genjer yang disajikan Ny. Suyekti, Istri Muhammad Arief di tahun 1943.
“M.Arief heran, tanaman yang awalnya dikenal sebagai makanan babi dan ayam itu ternyata enak juga dimakan manusia, akhirnya ia mengarang lagu Genjer-genjer,” katanya. Begitu terkenalnya lagu yang nadanya mirip dengan lagu rakyat berjudul Tong Ala Gentong Ali Ali Moto Ijo itu hingga Seniman Bing Slamet dan Lilis Suryani pun menyanyikannya.
Kedekatan lagu itu dengan PKI tidak bisa dilepaskan dengan kondisi politik di tahun 1965. Masa di mana politik Indonesia membuka ruang bagi ideologi apapun itu membuahkan persaingan antar partai politik. Termasuk persaingan dalam hal berkesenian.
Seperti Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan Lembaga Kesenian Nasional (LKN), Partai Nahdlatul Ulama (NU) dengan Lesbumi, Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan Lembaga Kesenian Rakyat (Lekra) serta Masyumi dengan Himpunan Seni dan Budaya Islam (HSBI). “Lekra menggandeng seniman Banyuwangi, termasuk Muhammad Arief,” kata Fatrah yang dulu aktif di HSBI ini.
Sejak digandeng Lekra, seni Banyuwangi-an semakin dikenal. Banyak lagu-lagu Banyuwangi yang sering dinyanyikan di acara PKI dan underbownya. Termasuk lagu Genjer-genjer yang diciptakan di tahun 1943, lagu Nandur Jagung dan lagu Sekolah.
Muhammad Arief sebagai seniman pun ditawari bergabung dengan Lekra dan ditempatkan sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi. Seniman yang dulu bernama Syamsul Muarif itu juga diminta mengarang lagu yang senapas degan ideologi PKI. Seperti lagu berjudul Ganefo, 1 Mei, Harian Rakyat, Mars Lekra dan Proklamasi.
“Kalau kita resapi, lagu Genjer-genjer memang tidak memiliki makna apa-apa, hanya bercerita tentang tanaman genjer yang dulu dianggap sampah kemudian mulai digemari,” kata Fatrah. “Genjer-genjer, nong kedok’an pating keleler, emak’e tole, teko-teko, mbubuti genjer, oleh sak tenong, mungkor sedot, seng tole-tole, genjer-genjer, saiki wis digowo muleh,” Fatrah menyanyikan bait lagu Genjer-genjer.
Entah, siapa yang memulai, pasca G30S, syair lagu Genjer-genjer pun dipelesetkan dengan syair yang menceritakan aksi penyiksaan para jenderal korban G30S. “Jendral Jendral Nyang ibukota pating keleler, Emake Gerwani, teko teko nyuliki jendral, Oleh sak truk, mungkir sedot sing toleh-toleh, Jendral Jendral saiki wes dicekeli,” Begitu bunyi gubahan lagu itu. “Gubahan itu sebenarnya tidak ada!” kata Fatrah.
Sinar Syamsi (53) anak semata mayang Muhammad Arief dan Suyekti menceritakan, tidak lama setelah peristiwa G30S meletus di Jakarta, terjadi demonstrasi besar di Alun-Alun Kota Banyuwangi. Demonstrasi itu menuntut agar para anggota PKI ditangkap. Muhammad Arief adalah salah satu target kemarahan massa. Di tahun itu mantan anggota TNI berpangkat Sersan itu adalah anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari PKI. Sekaligus aktivis lembaga kebudayaan di bawah PKI, Lembaga Kesenian Rakyat atau Lekra.
“Orang-orang menyerbu ke rumah saya di Kawasan Tumenggungan Kota Banyuwangi, mereka membakar rumah dan seisinya,” kenang Syamsi yang ketika peristiwa itu terjadi sudah berumur 11 tahun. Muhammad Arief melarikan diri bersama anggota Lekra/PKI yang lain. Hingga akhirnya tertangkap dan markas CPM Malang. “Setelah itu nasib bapak tidak mendengar lagi hingga sekarang,” kenang Sinar Syamsi.
Meski begitu, Syamsi tetap menganggap Muhammad Arief sebagai pahlawan keluarga. Naskah asli lagu yang hingga kini masih “tabu” untuk dinyanyikan itu pun disimpan. “Bagi saya, buku-buku catatan ini adalah sejarah keluarga yang harus dijaga, agar anak cucu saya kelak bisa mengetahui dengan pasti apa yang terjadi,” kata Sinar Syamsi.
Sinar Syamsi menyadari, sejarah keluarganya hitam kelam akibat peristiwa itu. Ibunda Sinar Syamsi, Suyekti sempat stress karena stigma keluarga PKI. “Politik telah membuat keluarga saya harus mengalami peristiwa yang mengerikan selama bertahun-tahun, hingga ibu saya meninggal dunia 26 Januari 2007 lalu,” kenang Syamsi.
Dengan alasan itu jugalah, laki-laki yang sempat di-PHK beberapa kali dengan alasan tidak jelas ini pun mulai berpikir untuk pindah kewarganegaraan. Belanda dan China adalah dua negara yang diliriknya. “Dengan membawa naskah asli ini, saya ingin pindah ke Belanda dan China. Siapa tahu di sana posisi saya sebagai anak pencipta lagu Genjer-Genjer lebih dihargai,” katanya.
Keterangan foto:
1. Gambaran sosok Muhammad Arief, mengarang lagu Genjer-Genjer.
2. Naskah asli lagu Genjer-Genjer di catatan lagu Muhammad Arief.
3. Sinar Syamsi, anak tunggal Muhammad Arief.
mau liat sejarah terbentuknya PKI di indonsia
Jejak berdarah KOMUNISME 1, 2, 3
Diposting oleh Unknown di 12.20 0 komentar
Label: Artikel Musik
Kontroversi tentang lagu GENJER - GENJER
Lagu genjer-genjer yang diciptakan oleh Muhammad Arief, seorang seniman asal Banyuwangi yang terinspirasi oleh kondisi Banyuwangi yang saat itu sekitar tahun 1942 pada masa pendudukan Jepang mengalami kemiskinan yang luar biasa akibat diambil sumber pangan untuk kepentingan perang Jepang. Banyuwangi yang dulunya adalah daerah yng surplus akan makanan menjadi kekurangan pangan yang akhirnya memasak tanaman bernama genjer (limnocharis flava) yang sebelumnya menjadi tanaman pengganggu disawah dijadikan makanan sejenis tumis.
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Oleh satenong mungkur sedot sing tolah-tolih
Gendjer-gendjer saiki
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
emake djebeng tuku gendjer wadahi etas
gendjer-gendjer saiki arep diolah
Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
setengah mateng dientas digawe iwak
setengah mateng dientas digawe iwak
sega sa piring sambel penjel ndok ngamben
gendjer-gendjer dipangan musuhe sega
artinya :
(Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan
Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan
Ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer
ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer
Dapat sebakul dipilih yang muda-muda
Gendjer-gendjer sekarang sudah dibawa pulang
Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Emaknya jebeng beli genjer dimasukkan dalam tas
Gendjer-gendjer sekarang akan dimasak
Gendjer-gendjer masuk belanga airnya masak
Gendjer-gendjer masuk belanga airnya masak
setengah matang ditiriskan dijadikan lauk
setengah matang ditiriskan dijadikan lauk
nasi sepiring sambal pecel duduk di ambin
Gendjer-gendjer dimakan musuhnya nasi)
Seiring dengan perkembangan waktu dan
Kedekatan lagu genjer-genjer dengan tokoh-tokoh Lekra dan komunis memang tak dapat dipungkiri. Bahkan dalam sebuah perjalanan menuju Denpasar,
Fobia Genjer-genjer
Entah apa yang salah dengan genjer-genjer sebagai sebuah produk kebudayaan? Selepas PKI dan orang-orang PKI, berikut anak cucunya dihancurkan oleh Orde Baru, tak terkecuali pula lagu genjer-genjer yang sebenarnya adalah lagu yang menggambarkan potret masyarakat pada zaman pendudukan Jepang. Mungkin steriotype lagu genjer-genjer menjadi lagu komunis dan patut dihancurkan muncul atas beberapa faktor. Pertama, sejak awal lagu ini berkembang dan dikreasi oleh kalangan komunis dan dikembangkan oleh kalangan komunis pula. Walaupun pada perkembangannya pada era tahun 1960-an lagu ini tidak hanya digemari oleh kalangan komunis, tetapi juga masyarakat secara luas. Namun Orde Baru menerapkan politik bumi hangus, maka seluruh produk apa pun yang dilahirkan oleh orang-orang komunis haram hukumnya dan patut dihabisi. Kedua, ketika peristiwa G 30 S tahun 1965 terjadi, Harian KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) mempelesetkan genjer-genjer menjadi jenderal-jenderal. Dalam catatan pribadinya Hasan Singodimayan, seniman HSBI dan teman akrab M Arief menuliskan bahwa lagu “Genjer-genjer” telah dipelesetkan.
Jendral Jendral Nyang ibukota pating keleler
Emake Gerwani, teko teko nyuliki jendral
Oleh sak truk, mungkir sedot sing toleh-toleh
Jendral Jendral saiki wes dicekeli
Jendral Jendral isuk-isuk pada disiksa
Dijejer ditaleni dan dipelosoro
Emake Germwani, teko kabeh milu ngersoyo
Jendral Jendral maju terus dipateni
Akibat penulisan lagu “Genjer-genjer” menjadi jenderal-jenderal, maka kian kuatlah alasan Orde Baru untuk membumihanguskan lagu ini. Pada perkembangannya, siapa pun yang tetap menyanyikan lagu ini akan ditangkap oleh aparat keamanan, tentu dengan tuduhan komunis. Karena larangan menyanyikan lagu genjer-genjer, maka beberapa seniman gandrung di Banyuwangi juga dilarang untuk menyanyikan lagu genjer-genjer, dan beberapa lagu dan gendhing yang memompa kesadaran politik
Rehabilitasi Kultural
Kini kita telah memasuki babakan politik baru, sebuah babakan politik yang digadang-gandang akan menarasikan kebebasan. Konsep kebebasan menjadi pilar penting bagi episode kehidupan yang bertemakan demokrasi. Kalau memang saat ini kita bersungguh-sungguh membuat tema kehidupan tentang demokrasi, maka ada hal-hal penting yang menurut hemat penulis diperhatikan, khususnya yang menyangkut politik-kebudayaan.
Pertama, alam demokrasi harus memberikan tempat yang setara bagi segenap kalangan, tanpa memandang latar belakang kultural, agama, dan politik. Konsekuensinya, seluruh produk kebudayaan apa pun bentuknya diperkenankan tampil kembali menghiasai ruang publik, dan diserahkan kepada pasar politik untuk memberikan penilaian. Itu artinya, produk-produk kebudayaan yang pada masa lalu dikambinghitamkan tanpa argumentasi mestinya diberikan ruang pemulihan kembali untuk tampil mengisi khazanah kebudayaan
Kedua, negara melalui otoritas regulasinya semata-mata diletakkan sebagai fasilitator yang menaungi seluruh produk kebudayaan yang muncul dan dikembangbiakkan oleh rakyat. Regulasi negara tidak lagi menjadi mesin pemangkas yang setiap saat menghabisi produk-produk kesenian rakyat. Dalam rangka sebagai fasilitator itu, negara selayaknya menaruh jarak yang sama dengan semua produk kebudayaan rakyat.
Penulis adalah Direktur Pusat Studi dan Pengembangan Kebudayaan (Puspek) Averroes,
Diposting oleh Unknown di 11.56 0 komentar
Label: Artikel Musik
[DOA] setelah shalat faRdhu
Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.(Q.S. Al Ahzab, 33 : 42-43)
1. Apabila Rasulullah SAW berpaling dari shalatnya, maka beliau :
a. Membaca Istighfar 3 X
b. Membaca dzikir berikut :
اللهم أنت السـلام ومنك السلام تباركت يا ذاالجلال ولإكرام
Allohumma antassalam, waminkassalam, tabarokta yaa dzaljalali wal ikraam
“Ya Allah, Engkaulah Salam, dan daripada-Mu kesejahteraan, serta Maha Besar kebaikan-Mu, ya Allah yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan.” (H.R. Jamaah selain Bukhary)
2. Rasulullah s.a.w bersabda: Kamu bertasbih سُبْحَانَ اللهُ bertakbir اللهُ أَكبرُ dan bertahmid الحمدُ لِاللهُِ setiap kali setelah selesai dari sembahyang sebanyak tiga puluh tiga kali (H.R. Bukhari-Muslim)
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa Ilaaha Illalloh wahdahu laasyariikalah lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiin qadiir
Maka diampunilah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan sekalipun (H.R. Ahmad, Bukhari, Muslim dan Abu Daud)
Ada banyak sekali doa-doa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dan semua doa itu sangat baik untuk dibaca setiap selesai shalat. Namun di sini hanya akan dituliskan beberapa doa saja.
اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
“Ya Allah! Tidak ada siapa yang boleh menghalangi apa yang Engkau berikan, tidak ada siapa yang dapat memberi apa yang Engkau tegah dan tiada siapa yang berkuasa memberikan manfaat selain daripadaMu” (H.R. Bukhari-Muslim)
اللهم أعني على ذكرك وشكرك و حـسن عبادتك
“Ya Allah, bantulah saya untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu, senantiasa mensyukuri ni’mat-Mu dan senantiasa membaguskan ibadah kepada-Mu.” (H.R. Ahmad, Abu Daud dan Nasai)
اللهم أجرني من النار
“Ya Allah, lindungilah aku daripada api neraka) dibaca 7 kali tiap ba’da shalat (Maghrib dan Shubu) (H.R. Muslim)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أرد إلى أرذل العمر
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدنباَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan aku berlindung kepada-Mu dari mencapai umur yang suburuk-buruknya (kepikunan) dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (H.R. Bukhari dan Tirmidzy)
اللهم إني أسألك علما نافعا ورزقا واسعا وعملا متقبلا
“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu agar diberi ilmu yang manfaat, rezeki yang luas, dan amalan yang diterima.” (H.R. Ahmad, Ibnu Syaibah, dan Ibnu Majah)
a) Berdoa dengan perut yang diisi dengan yang halal (H.R. Ibnu Mardawaih)
b) Menghadap kiblat (H.R. Al-Bukhary)
c) Memperhatikan saat yang tepat untuk berdoa, seperti di tengah malam dan sehabis shalat fardhu (H.R. Turmudzy) (Lihat Bab Awal buku ini)
d) Mengangkat kedua tangan setentang kedua bahu (H.R. Abu Daud)
e) Memulai dengan istighfar, memuji Allah, dan membaca shalawat (H.R. Muslim, Abu Daud, Turmudzy, dll)
f) Harus ada sikap tawadhu’ (rendah hati) dan tadharru’ (rendah diri) dan rasa takut (Q.S. 7: 205)
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Q.S. Al-A’raf : 205)
Firman Allah :
وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا
“Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu (doamu) dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”
i) Tidak terburu-buru, maka doanya tidak akan dikabulkan. Terburu-buru maksudnya, belum waktunya dikabulkan lalu berkata : “Saya sudah berdoa terus tetapi belum dikabulkan”.
j) Berdoa tidak boleh setengah hati dan berkata kepada Allah : “Sekiranya Engkau mengendaki/sekiranya Engkau mau………….” (H.R. Abu Daud)
k) Memilih kalimat-kalimat yang luas maknanya, tidak tertuju kepada kepentingan yang sesaat dan ruang lingkupnya sempit (H.R. Ibnu Majah)
Misalnya : perkataan pangkat, jabatan, lulus ujian diganti kebaikan dunia, Perkataan uang, materi tertentu diganti dengan rezki yang luas, Perkataan badan langsing, kurus, kuat, dll diganti dengan kesehatan, Perkataan pintar, ilmu tinggi diganti dengan ilmu yang manfaat, Perkataan anak yang bergelar tinggi diganti dengan anak yang saleh
l) Jangan mendoakan diri, keluarga, anak, harta, pelayan dengan doa yang buruk (H.R. Jabir)
m) Isi doanya dimulai dari mendoakan diri sendiri dulu, baru untuk yang lain (H.R. Tirmidzy)
n) Menyapu muka dengan kedua telapak tangan setelah selesai berdoa. Hadits-hadits tentang ini semuanya lemah. Namun Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa karena banyaknya hadits tersebut , maka derajatnya bisa hasan. Imam Nawawy berkata bahwa menyapu muka untuk dipakai sendiri dibolehkan (Al-Adzkar : 175). Wallahu A’lam.
Diposting oleh Unknown di 07.29 1 komentar
Label: Artikel Islam
APA ADA HUBUNGANNYA SAMA ALIRAN MUSIK METAL
Topeng adalah benda yang dipakai di atas wajah. Biasanya topeng dipakai untuk mengiringi musik kesenian daerah. Topeng di kesenian daerah umumnya untuk menghormati sesembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi kesenian. Bentuk topeng bermacam-macam ada yang mengambarkan watak marah, ada yang menggambarkan lembut, dan adapula yang menggambarkan kebijaksanaan.
Topeng telah menjadi salah satu bentuk ekspresi paling tua yang pernah diciptakan peradaban manusia. Pada sebagian besar masyarakat dunia, topeng memegang peranan penting dalam berbagai sisi kehidupan yang menyimpan nilai-nilai magis dan suci. Ini karena peranan topeng yang besar sebagai simbol-simbol khusus dalam berbagai upacara dan kegiatan adat yang luhur.
Kehidupan masyarakat modern saat ini menempatkan topeng sebagai salah satu bentuk karya seni tinggi. Tidak hanya karena keindahan estetis yang dimilikinya, tetapi sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah topeng tetap mampu memancarkan kekuatan magis yang sulit dijelaskan. info http://id.wikipedia.org/wiki/Topeng.
Tapi apakah topeng yang ditampilkan ini termasuk menghormati sesembahan atau bukan...
Diposting oleh Unknown di 09.43 0 komentar
Label: Artikel Musik


