Salah satu produk Masonry yang lebih menarik adalah Suling Ajaib (Magic Flute), sebuah opera karya komposer terkenal, Mozart. Mozart adalah seorang Mason, dan merupakan sebuah fakta yang diakui bahwa banyak bagian dari operanya mengandung pesan-pesan Masonik. Yang menarik, pesan-pesan Masonik ini sangat erat berhubungan dengan paganisme Mesir Kuno. Mimar Sinan menjelaskan hal ini:
Telah diketahui bahwa ada hubungan yang sangat jelas antara Mesir Kuno dengan upacara-upacara ritual Masonik. Meskipun begitu banyak orang yang mencoba menginterpretasikan Suling Ajaib sebagai "cerita tentang Timur Jauh", pada pondasinya terdapat ritual-ritual Mesir. Para dewa dan dewi dari kuil-kuil Mesirlah yang memengaruhi penciptaan karakter pada Suling Ajaib.SULING AJAIB MOZART
Diposting oleh Unknown di 15.27 0 komentar
Label: Artikel Musik
Misi Gelap Walt Disney

Tahukah Anda bahwa di balik kekonyolan dan tingkah lucu karakter kartun Walt Disney tersimpan agenda jahat yang akan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan? Hal ini ditekankan oleh Wes Penre, tokoh penting di belakang kebangkitan musik rock dan heavy-metal AS di era 1980-an.
Wes Penre merupakan mantan anggota kelompok pemuja setan, yang kemudian bertobat dan menjadi peneliti dunia hiburan AS. Orang di belakang kesuksesan banyak kelompok music cadas Amerika ini dalam situs Illuminaty News (4 Juli 2004) menulis sebuah artikel singkat berjudul “The Walt Disney Agenda”.
Penre membuka artikel itu dengan kalimat, “Saya menonton film kemarin, judulnya “The Haunted Mansion”, dibintangi oleh Eddie Murphy. Film ini diproduksi oleh Disney. Ini bukan sekadar film setan dengan akting yang payah, ada sesuatu di baliknya. Pertanyaan pertama tentang film ini, setelah saya menontonnya, adalah: Untuk siapa sebenarnya film ini? Orang-orang dewasa, atau anak-anak? Jika untuk orang dewasa, film ini sangatlah naïf, terlalu enteng, dan tidak lucu. Namun jika untuk anak-anak, ini adalah film yang amat sangat menakutkan. Lalu, untuk siapa sebenarnya Disney membuat film ini?”
Penre mengatakan, untuk menjawab semua pertanyaan itu maka kita perlu mengetahui siapa sesungguhnya Walt Disney, apa misi utama perusahaan Disney, untuk apa didirikan, dan akan digunakan sebagai apa?
“Walt Disney merupakan anggota Freemasonry derajat 33°, suatu
derajat tertinggi yang hanya bisa dicapai oleh tokoh-tokoh Yahudi, dan juga anggota Illuminaty. Di balik seluruh karakter kartun yang diciptakannya yang tersebar di aneka film, buku cerita, dongeng, dan sebagainya, ada agenda tersembunyi illuminaty untuk mempengaruhi dan men-setting pemikiran anak-anak, ” tulis Penre.
Seluruh produksi Disney mengandung simbol-simbol Masonik, okultisme, dan juga indoktrinasi maupun pengendalian alam pikiran. “Lewat Disney, mereka telah meracuni pemikiran manusia sedari anak-anak agar bisa menerima ‘The New World Order’ suatu saat kelak. Mereka juga memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak seluruh dunia apa yang disebut sebagai black-magic, The Sorcery, sebagai jalan keluar yang bagus, ” tandas Penre yang juga banyak menulis masalah-masalah Illuminaty di dunia hiburan Amerika.
Tanpa Anda sadari, anak-anak Anda telah “menghilang” ke dalam Disneyland dan diculik oleh perusahaan Disney dan dikorbankan serta diperbudak menjadi agen-agen The New World Order di masa depannya. Hebatnya lagi, Disney mampu melakukan ini semua di kamar-kamar tidur dan kamar-kamar keluarga seluruh keluarga di dunia ini. “Sekarang kita kembali kepada film ‘The Haunted Mansion’. Kami paham, betapa tidak mungkinnya para orangtua melarang anak-anak menonton film ini, yang seolah-olah diperuntukkan bagi anak-anak, namun banyak memuat unsur-unsur kekerasan, seksualitas, dan sejenisnya, ” tambahnya.
Penre juga bercerita bahwa seorang sahabatnya pernah menemui hal ganjil di Disneyland-California. “Di suatu tempat di tengah areal Disneyland, orang ini masuk dan bersembunyi ke dalam semak-semak untuk sekadar merokok. Tanpa diduga, dari semak-semak itu terlihat sebuah lorong ke dalam tanah. Dia masuk ke dalam dengan hati-hati. Dari dalam tanah dia mendengar suara tangisan anak-anak…, ” ujar Penre.
Apa sesungguhnya misi Walt Disney? Bagaimana keterkaitan antara Disney dengan jaringan Yahudi yang menguasai Hollywood hingga hari ini? Untuk menjawab semua pertanyaan ini, silakan simak di majalah eramuslim digest edisi 3 dengan tema “Hollywood Undercover”. (Rizki) eramuslim.com
Diposting oleh Unknown di 12.44 1 komentar
Label: Artikel Musik
Berbekal Genjer-Genjer Lirik Negara Baru



Luka yang dirasakan selama bertahun-tahun hidup sebagai anak anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) memang sudah mengering. Namun, kehidupan yang tak kunjung berubah membuat Sinar Syamsi, anak pencipta lagu Genjer-Genjer Muhammad Arief, memilih pindah kewarganegaraan. “Saya ingin pindah ke Belanda atau China,” katanya.
................................
Lembaran di tiga buku catatan lagu itu tidak lagi utuh. Kertasnya lapuk dimakan usia. Meski masih bisa terbaca jelas, tulisan yang tergores di atas kertas itu pun mulai memudar. Di tiga buku itulah tertuang naskah asli lagu Genjer-genjer (Gendjer-Gendjer) milik sang penciptanya, Almarhum Muhammad Arief .
Lagu berjudul Genjer-genjer menjadi salah satu penggalan cerita yang mengiringi peristiwa Gerakan 30 September atau yang dikenal dengan sebutan G30S-Partai Komunis Indonesia. Konon, lagu yang menceritakan tentang tanaman genjer (limnocharis flava) itu dinyanyikan oleh anggota Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)-PKI, saat menyiksa para petinggi TNI di Lubang Buaya.
Cerita mengerikan versi Orde Baru yang lambat laun mulai diragukan seiring tidak terbuktinya penyiksaan para jenderal itu, membuat image lagu Genjer-genjer ikut pula mengerikan. Apalagi, G30S diikuti rentetan penculikan dan pembunuhan di beberapa kantong PKI. Termasuk di Banyuwangi, tempat pencipta lagu Genjer-genjer Muhammad Arief tinggal.
Benarkah lagu Genjer-genjer identik dengan PKI? Pertanyaan lama yang selalu dibantah, namun tetap tidak menghapus stigma. Budayawan Banyuwangi Fatrah Abbal, 76, menceritakan, lagu Genjer-genjer diilhami oleh masakan sayur genjer yang disajikan Ny. Suyekti, Istri Muhammad Arief di tahun 1943.
“M.Arief heran, tanaman yang awalnya dikenal sebagai makanan babi dan ayam itu ternyata enak juga dimakan manusia, akhirnya ia mengarang lagu Genjer-genjer,” katanya. Begitu terkenalnya lagu yang nadanya mirip dengan lagu rakyat berjudul Tong Ala Gentong Ali Ali Moto Ijo itu hingga Seniman Bing Slamet dan Lilis Suryani pun menyanyikannya.
Kedekatan lagu itu dengan PKI tidak bisa dilepaskan dengan kondisi politik di tahun 1965. Masa di mana politik Indonesia membuka ruang bagi ideologi apapun itu membuahkan persaingan antar partai politik. Termasuk persaingan dalam hal berkesenian.
Seperti Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan Lembaga Kesenian Nasional (LKN), Partai Nahdlatul Ulama (NU) dengan Lesbumi, Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan Lembaga Kesenian Rakyat (Lekra) serta Masyumi dengan Himpunan Seni dan Budaya Islam (HSBI). “Lekra menggandeng seniman Banyuwangi, termasuk Muhammad Arief,” kata Fatrah yang dulu aktif di HSBI ini.
Sejak digandeng Lekra, seni Banyuwangi-an semakin dikenal. Banyak lagu-lagu Banyuwangi yang sering dinyanyikan di acara PKI dan underbownya. Termasuk lagu Genjer-genjer yang diciptakan di tahun 1943, lagu Nandur Jagung dan lagu Sekolah.
Muhammad Arief sebagai seniman pun ditawari bergabung dengan Lekra dan ditempatkan sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi. Seniman yang dulu bernama Syamsul Muarif itu juga diminta mengarang lagu yang senapas degan ideologi PKI. Seperti lagu berjudul Ganefo, 1 Mei, Harian Rakyat, Mars Lekra dan Proklamasi.
“Kalau kita resapi, lagu Genjer-genjer memang tidak memiliki makna apa-apa, hanya bercerita tentang tanaman genjer yang dulu dianggap sampah kemudian mulai digemari,” kata Fatrah. “Genjer-genjer, nong kedok’an pating keleler, emak’e tole, teko-teko, mbubuti genjer, oleh sak tenong, mungkor sedot, seng tole-tole, genjer-genjer, saiki wis digowo muleh,” Fatrah menyanyikan bait lagu Genjer-genjer.
Entah, siapa yang memulai, pasca G30S, syair lagu Genjer-genjer pun dipelesetkan dengan syair yang menceritakan aksi penyiksaan para jenderal korban G30S. “Jendral Jendral Nyang ibukota pating keleler, Emake Gerwani, teko teko nyuliki jendral, Oleh sak truk, mungkir sedot sing toleh-toleh, Jendral Jendral saiki wes dicekeli,” Begitu bunyi gubahan lagu itu. “Gubahan itu sebenarnya tidak ada!” kata Fatrah.
Sinar Syamsi (53) anak semata mayang Muhammad Arief dan Suyekti menceritakan, tidak lama setelah peristiwa G30S meletus di Jakarta, terjadi demonstrasi besar di Alun-Alun Kota Banyuwangi. Demonstrasi itu menuntut agar para anggota PKI ditangkap. Muhammad Arief adalah salah satu target kemarahan massa. Di tahun itu mantan anggota TNI berpangkat Sersan itu adalah anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari PKI. Sekaligus aktivis lembaga kebudayaan di bawah PKI, Lembaga Kesenian Rakyat atau Lekra.
“Orang-orang menyerbu ke rumah saya di Kawasan Tumenggungan Kota Banyuwangi, mereka membakar rumah dan seisinya,” kenang Syamsi yang ketika peristiwa itu terjadi sudah berumur 11 tahun. Muhammad Arief melarikan diri bersama anggota Lekra/PKI yang lain. Hingga akhirnya tertangkap dan markas CPM Malang. “Setelah itu nasib bapak tidak mendengar lagi hingga sekarang,” kenang Sinar Syamsi.
Meski begitu, Syamsi tetap menganggap Muhammad Arief sebagai pahlawan keluarga. Naskah asli lagu yang hingga kini masih “tabu” untuk dinyanyikan itu pun disimpan. “Bagi saya, buku-buku catatan ini adalah sejarah keluarga yang harus dijaga, agar anak cucu saya kelak bisa mengetahui dengan pasti apa yang terjadi,” kata Sinar Syamsi.
Sinar Syamsi menyadari, sejarah keluarganya hitam kelam akibat peristiwa itu. Ibunda Sinar Syamsi, Suyekti sempat stress karena stigma keluarga PKI. “Politik telah membuat keluarga saya harus mengalami peristiwa yang mengerikan selama bertahun-tahun, hingga ibu saya meninggal dunia 26 Januari 2007 lalu,” kenang Syamsi.
Dengan alasan itu jugalah, laki-laki yang sempat di-PHK beberapa kali dengan alasan tidak jelas ini pun mulai berpikir untuk pindah kewarganegaraan. Belanda dan China adalah dua negara yang diliriknya. “Dengan membawa naskah asli ini, saya ingin pindah ke Belanda dan China. Siapa tahu di sana posisi saya sebagai anak pencipta lagu Genjer-Genjer lebih dihargai,” katanya.
Keterangan foto:
1. Gambaran sosok Muhammad Arief, mengarang lagu Genjer-Genjer.
2. Naskah asli lagu Genjer-Genjer di catatan lagu Muhammad Arief.
3. Sinar Syamsi, anak tunggal Muhammad Arief.
mau liat sejarah terbentuknya PKI di indonsia
Jejak berdarah KOMUNISME 1, 2, 3
Diposting oleh Unknown di 12.20 0 komentar
Label: Artikel Musik
Kontroversi tentang lagu GENJER - GENJER
Lagu genjer-genjer yang diciptakan oleh Muhammad Arief, seorang seniman asal Banyuwangi yang terinspirasi oleh kondisi Banyuwangi yang saat itu sekitar tahun 1942 pada masa pendudukan Jepang mengalami kemiskinan yang luar biasa akibat diambil sumber pangan untuk kepentingan perang Jepang. Banyuwangi yang dulunya adalah daerah yng surplus akan makanan menjadi kekurangan pangan yang akhirnya memasak tanaman bernama genjer (limnocharis flava) yang sebelumnya menjadi tanaman pengganggu disawah dijadikan makanan sejenis tumis.
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Gendjer-gendjer neng ledokan pating keleler
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Emake thole teka-teka mbubuti gendjer
Oleh satenong mungkur sedot sing tolah-tolih
Gendjer-gendjer saiki
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
Gendjer-gendjer esuk-esuk digawa nang pasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
didjejer-djejer diunting pada didasar
emake djebeng tuku gendjer wadahi etas
gendjer-gendjer saiki arep diolah
Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
setengah mateng dientas digawe iwak
setengah mateng dientas digawe iwak
sega sa piring sambel penjel ndok ngamben
gendjer-gendjer dipangan musuhe sega
artinya :
(Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan
Gendjer-gendjer ada di lahan berhamparan
Ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer
ibunya anak-anak datang mencabuti gendjer
Dapat sebakul dipilih yang muda-muda
Gendjer-gendjer sekarang sudah dibawa pulang
Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Gendjer-gendjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Emaknya jebeng beli genjer dimasukkan dalam tas
Gendjer-gendjer sekarang akan dimasak
Gendjer-gendjer masuk belanga airnya masak
Gendjer-gendjer masuk belanga airnya masak
setengah matang ditiriskan dijadikan lauk
setengah matang ditiriskan dijadikan lauk
nasi sepiring sambal pecel duduk di ambin
Gendjer-gendjer dimakan musuhnya nasi)
Seiring dengan perkembangan waktu dan
Kedekatan lagu genjer-genjer dengan tokoh-tokoh Lekra dan komunis memang tak dapat dipungkiri. Bahkan dalam sebuah perjalanan menuju Denpasar,
Fobia Genjer-genjer
Entah apa yang salah dengan genjer-genjer sebagai sebuah produk kebudayaan? Selepas PKI dan orang-orang PKI, berikut anak cucunya dihancurkan oleh Orde Baru, tak terkecuali pula lagu genjer-genjer yang sebenarnya adalah lagu yang menggambarkan potret masyarakat pada zaman pendudukan Jepang. Mungkin steriotype lagu genjer-genjer menjadi lagu komunis dan patut dihancurkan muncul atas beberapa faktor. Pertama, sejak awal lagu ini berkembang dan dikreasi oleh kalangan komunis dan dikembangkan oleh kalangan komunis pula. Walaupun pada perkembangannya pada era tahun 1960-an lagu ini tidak hanya digemari oleh kalangan komunis, tetapi juga masyarakat secara luas. Namun Orde Baru menerapkan politik bumi hangus, maka seluruh produk apa pun yang dilahirkan oleh orang-orang komunis haram hukumnya dan patut dihabisi. Kedua, ketika peristiwa G 30 S tahun 1965 terjadi, Harian KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) mempelesetkan genjer-genjer menjadi jenderal-jenderal. Dalam catatan pribadinya Hasan Singodimayan, seniman HSBI dan teman akrab M Arief menuliskan bahwa lagu “Genjer-genjer” telah dipelesetkan.
Jendral Jendral Nyang ibukota pating keleler
Emake Gerwani, teko teko nyuliki jendral
Oleh sak truk, mungkir sedot sing toleh-toleh
Jendral Jendral saiki wes dicekeli
Jendral Jendral isuk-isuk pada disiksa
Dijejer ditaleni dan dipelosoro
Emake Germwani, teko kabeh milu ngersoyo
Jendral Jendral maju terus dipateni
Akibat penulisan lagu “Genjer-genjer” menjadi jenderal-jenderal, maka kian kuatlah alasan Orde Baru untuk membumihanguskan lagu ini. Pada perkembangannya, siapa pun yang tetap menyanyikan lagu ini akan ditangkap oleh aparat keamanan, tentu dengan tuduhan komunis. Karena larangan menyanyikan lagu genjer-genjer, maka beberapa seniman gandrung di Banyuwangi juga dilarang untuk menyanyikan lagu genjer-genjer, dan beberapa lagu dan gendhing yang memompa kesadaran politik
Rehabilitasi Kultural
Kini kita telah memasuki babakan politik baru, sebuah babakan politik yang digadang-gandang akan menarasikan kebebasan. Konsep kebebasan menjadi pilar penting bagi episode kehidupan yang bertemakan demokrasi. Kalau memang saat ini kita bersungguh-sungguh membuat tema kehidupan tentang demokrasi, maka ada hal-hal penting yang menurut hemat penulis diperhatikan, khususnya yang menyangkut politik-kebudayaan.
Pertama, alam demokrasi harus memberikan tempat yang setara bagi segenap kalangan, tanpa memandang latar belakang kultural, agama, dan politik. Konsekuensinya, seluruh produk kebudayaan apa pun bentuknya diperkenankan tampil kembali menghiasai ruang publik, dan diserahkan kepada pasar politik untuk memberikan penilaian. Itu artinya, produk-produk kebudayaan yang pada masa lalu dikambinghitamkan tanpa argumentasi mestinya diberikan ruang pemulihan kembali untuk tampil mengisi khazanah kebudayaan
Kedua, negara melalui otoritas regulasinya semata-mata diletakkan sebagai fasilitator yang menaungi seluruh produk kebudayaan yang muncul dan dikembangbiakkan oleh rakyat. Regulasi negara tidak lagi menjadi mesin pemangkas yang setiap saat menghabisi produk-produk kesenian rakyat. Dalam rangka sebagai fasilitator itu, negara selayaknya menaruh jarak yang sama dengan semua produk kebudayaan rakyat.
Penulis adalah Direktur Pusat Studi dan Pengembangan Kebudayaan (Puspek) Averroes,
Diposting oleh Unknown di 11.56 0 komentar
Label: Artikel Musik
APA ADA HUBUNGANNYA SAMA ALIRAN MUSIK METAL
Topeng adalah benda yang dipakai di atas wajah. Biasanya topeng dipakai untuk mengiringi musik kesenian daerah. Topeng di kesenian daerah umumnya untuk menghormati sesembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi kesenian. Bentuk topeng bermacam-macam ada yang mengambarkan watak marah, ada yang menggambarkan lembut, dan adapula yang menggambarkan kebijaksanaan.
Topeng telah menjadi salah satu bentuk ekspresi paling tua yang pernah diciptakan peradaban manusia. Pada sebagian besar masyarakat dunia, topeng memegang peranan penting dalam berbagai sisi kehidupan yang menyimpan nilai-nilai magis dan suci. Ini karena peranan topeng yang besar sebagai simbol-simbol khusus dalam berbagai upacara dan kegiatan adat yang luhur.
Kehidupan masyarakat modern saat ini menempatkan topeng sebagai salah satu bentuk karya seni tinggi. Tidak hanya karena keindahan estetis yang dimilikinya, tetapi sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah topeng tetap mampu memancarkan kekuatan magis yang sulit dijelaskan. info http://id.wikipedia.org/wiki/Topeng.
Tapi apakah topeng yang ditampilkan ini termasuk menghormati sesembahan atau bukan...
Diposting oleh Unknown di 09.43 0 komentar
Label: Artikel Musik
Akan datang.........
Ini Edisi yang kedua, Kalau ngaku anak metal tp blm nonton yg pertamanya bukan............ namanya..........TAIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!
www.globalmetalfilm.com
Diposting oleh Unknown di 09.40 0 komentar
Label: Artikel Musik
Heavy Metal Islam, Fenomena Baru di Kalangan Pemuda Timur Tengah
sumber www.swaramuslim.com
“Heavy Metal Islam”. Pasti banyak orang tertarik dengan judul buku yang unik ini. Tapi judul itu belum selesai. Karena masih berlanjut pada judul kecil di bawahnya yang bertuliskan, “Rock, Resistance, and the Struggle for the Soul of Islam.” Buku itu karya Profesor Mark Levin, salah seorang dosen ilmu sejarah di Universitas California-Irvine.
Menurutnya, tidak sedikit para pemuda Islam di Timur Tengah saat ini yang mulai gandrung pada aliran musik Heavy Metal. Dan itu menurut Levin merupakan sebuah ungkapan revolusi atas perasaan tertekan dan kondisi otoriter yang mereka alami. Untuk mengungkap bagaimana aliran Heavy Metal mulai merasuki pemuda Timur Tengah, situs Islamonline melakukan wawancara dengan Levin, si penulis buku. Berikut petikannya:
Ada sejumlah tokoh aliran Heavy Metal dari kalangan Islam. Apakah anda merasakan bahwa aliran musik itu tidak menghalangi mereka dari sosok muslim yang baik? Bagaimana mereka bisa memadukan antara musik beraliran keras dengan Islam?
Saya sudah berbicara dengan sejumlah pemuda seperti itu, dan mereka menyampaikan bahwa mereka tetap melakukan shalat Jum’at di masjid misalnya, selanjutnya mereka meneruskan panggung musik Black Metalnya selama empat jam berturut-turut. Di sini, di negara Barat, kita lihat Black Metal adalah salah satu aliran musik Metal yang mempunyai style musik yang unik karena memiliki kecepatan musik dan lengkingan suara dalam nyanyiannya. Di samping iringan drum dan ragam jenis gitar. Aliran musik ini dikenal juga dengan Satanic Metal. Di AS dan Skandinavia, aliran musik seperti ini sudah ada dan disebut sebagai aliran setan yang anti-agama dan anti-Kristen.
Tapi di Timur Tengah ada kelompok pemuda yang menyanyikan Satanic Lyric, meski tidak banyak. Kebanyakan mereka mengatakan, alasannya menyanyikan Black Metal cuma gaya saja. Mereka tidak menyanyikan Satanic Lyric nya, melainkan aliran musiknya saja.
Di sejumlah negara Arab, apakah ada penentangan terhadap musik Heavy Metal?
Ya, sejumlah orang yang mengaku komitmen dan kelompok Salafi selalu menolaknya. Bahkan, mereka bukan hanya menolak Heavy Metal tetapi menolak musik itu secara umum. Meskipun musik itu digunakan untuk kepentingan agama. Ada yang mengatakan itu adalah haram. Tapi perlu ditegaskan, kondisinya sudah berubah dalam sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 1997, pemerintah Mesir pernah melarang pertunjukan musik Metal untuk meredakan revolusi agama yang memang menentangnya. Presiden Mubarak merasa pada waktu itu, dia harus meredakan kaum agamis yang menentangnya.
Tapi setelah itu, sejumlah pemuda mulai cenderung pada aliran ini, meskipun mereka tetap berhati-hati dengan berbagai hal yang tidak sesuai dengan kondisi Mesir, terkait dengan masalah Zionisme atau tudingan menyerupai Barat. Sekarang, Heavy Metal bukan masalah di Timur Tengah. Pemerintah tidak terlalu memantau prilaku penduduknya karena orang-orang Mesir sekarang juga sudah berubah. Al-Ikhwan Al-Muslimun saat ini tengah sibuk dengan tekanan dari pemerintah, sehingga perhatian mereka terhadap masalah aliran musik dan group band Heavy Metal tidak terlalu tajam lagi.
Di Maroko, Partai Keadilan dan Pembangunan yang dikenal memiliki orientasi keIslaman masih menentang Heavy Metal. Tapi sejumlah partai agama lainnya tidak terlalu menentangnya karena pada umumnya, mereka sedang sibuk mengkaji dan mempermasalahkan soal demokratisasi di tempatnya.
Bisa Dikatakan bahwa Heavy Metal mulai tersebar di Timur Tengah?
Memang sudah menyebar. Tapi Heavy Metal di sana sudah kehilangan substansinya. Aliran itu muncul pertama di Inggris pada tahun ‘60 atau ‘70-an sebagai bentuk penolakan terhadap kaum muda yang kehilangan pekerjaan dan karena rekonstruksi perekonomian yang meninggalkan bisnis konvensional sehinga banyak tempat yang dilanda kemiskinan. Semua kondisi itu memunculkan kemarahan, dan itulah yang melatarbelakangi Heavy Metal.
Dalam cover buku Anda terpampang gambar perempuan yang berjilbab tapi memakai kaos bertuliskan Heavy Metal. Apa pesan yang ingin Anda sampaikan lewat gambar itu?
Sebagian orang menganggap jilbab itu sebagai ancaman. Saya ingin mengangkat pesan bahwa ketika Anda melihat perempuan berjilbab dengan kaos seperti ini, apa pendapat Anda? Anda pasti akan melihatnya berbeda. Ternyata dia menyukai Heavy Metal seperti Anda. Titik inilah yang ingin saya angkat dalam uraian buku saya pada bab “Mengapa mereka membenci kami?” Kaum Muslimin itu masing-masing berbeda. Kita di AS juga berbeda-beda ada yang beraliran partai Demokrat, ada yang Republik, yang satu sama lain saling berkompetisi. Kita tidak mungkin menyamaratakan pandangan terhadap Islam dan dunia Islam, karena ada ragam bentuk di sana. (na-str/iol/eramuslim)
Diposting oleh Unknown di 09.09 10 komentar
Label: Artikel Musik
LOGIC Band

Perpaduan musik alternative yang kami tawarkan, menciptakan suasana yang harmonis sebagai wujud dari sabda alam bahwa keras dan lembut selalu berpasangan seperti siang dan malam, laki-laki dan perempuan dan pasangan-pasangan lainnya. Sisi musik kami akan mewakili apresiasi musik keras dan lembut, kami akan mengapresiasikan musik dan memperpadukan keduanya yang menghasilkan, dapat hidup dalam damai harmonisasi yang kami wujudkan dalam musik yang dapat dinikmati semua kalangan. Kami yakin dan percaya, bahwa anda dapat bekerja sama dengan kami untuk mempersembahkan konsep musik “Pop Alternative” yang energik, harmonis dan Romantik bagi dunia musik Indonesia sebagai wujud dedikasi yang tinggi terhadap industri musik. Sebuah Band beraliran Rock Funk dengan nama All Right adalah awal dari embrio yang bernama LOGIC, dua personil All Right diantaranya Boy dan Ritchie. Dengan berjalannya waktu, sampailah disaat perombakan personil karena perbedaan prinsip dalam bermusik. Pergantian masa dan evolusi cara berfikir pertemuan antara boyke dan varie mencetuskan sebuah band baru dan mengkonsep musik yang lebih dapat mewakili karakter musik yang ingin mereka ekspresikan. Memasuki tahun 2005 Boyke (Guitar) ex All Right & Varie (Guitar) sepakat mencari teman-teman yang berbakat, diantaranya dengan mengajak kemas (Bass) Ritchie (Drum) ex .All Right & Dana (Vocal). yang sangat ingin menyemarakan blantika musik Indonesia dengan sentuhan Pop Alternative. Maka pada tahun tersebut disepakati sebagai hari lahirnya LOGIC. Pengalaman band maupun individu masing-masing personil pernah menjuarai beberapa festival, Reguler untuk Café, Event-event wedding,Gathering dan sebagai session player Recording & Live band show Artis. Azhan Miraza (0818753681 & 081558156807) E-mail : progressive_drumming@yahoo.com TAMAN GALAXI INDAH.
Download:
1. Bukan Untuk Ku
2. Adinda
3. Milik Mu
Diposting oleh Unknown di 11.16 0 komentar
Label: Artikel Musik
PUNK ala CRASS
Crass dibentuk pada tahun 1977, di sekitar lingkungan Dial House, sebuah ‘komunitas terbuka’ dekat Epping, kota Essex, di Inggris. Dengan adanya lagu-lagu dari Sex Pistols, anarkisme menjadi candaan tentang kesadaran diri yang nihilis, namun Crass berdiri untuk berhubungan langsung dengan kaum pembebasan sosialis dan menjadi sebuah variasi komunal pemikiran politik pada abad ke-20.
Dengan membawa manifesto dari punk, "Do It Yourself", Crass menyatukan kegunaan dari lagu-lagu, film, suara-suara kolase, gambar-gambar dan pergerakan subversi untuk menghadirkan kritikan yang inovatif dan berkelanjutan melawan semua yang mereka pandang sebagai sebuah budaya yang dibangun dengan landasan dari peperangan, kekerasan, sexisme, kemunafikan agama dan konsumerisme yang berlebihan. Mereka juga melawan bersama para orang-orang anarko-pasifis yang mana menjadi sebuah gerakan yang besar di lingkungan musik punk.
Selebihnya lihat disiniDownload lagu sedang proses
Diposting oleh Unknown di 12.29 0 komentar
Label: Artikel Musik
GORGOROTH band PENGANUT SETAN.......
Gorgoroth - Carving a giant (uncensored)
gorgoroth incipit satan
http://en.wikipedia.org/wiki/Gorgoroth_(band)
Download here:
Gorgoroth-BloodStainsTheCircle.mp3
Gorgoroth-ProcreatingSatan.mp3
Gorgoroth-TheDevilIsCalling.mp3
Gorgoroth-Ritual.mp3
Gorgoroth-Antichrist.mp3
Diposting oleh Unknown di 14.07 1 komentar
Label: Artikel Musik
Dean Jones (Voc Extreme Noise Terror) with Indonesian Wine (cap OrTu)
Dan lucunya lagi gw tawarin rokok kretek no 1 di indonesia dia nolak, dikarenakan rokok yg kamu tawarkan terlalu berat buat saya hisap, saya takut bisa sakit gigi katanya hehehehe (bule kok cemen...) sambil dia ngasih tau rokok jadulnya dia ( roling = rokok lintingan...hehehehehe) gw pikir dia bawa ganja....
Temen gw (Azhan) penasaran ma aliran musik ENT yg durasinya gak ada yg 5 menit ke atas sambil ketawa azhan nanya :" sebenernya aliran musik lo tu apa sih jones?",
jones jawab: "grindcore, sebenernya gw ngegabungin 3 aliran jenis musik metal trus jadi deh ENT.....hehehehehe". (sambil minum AOnya.....)
Trus azhan nanya lagi masalah Voc 2nya gak dateng knapa? Phil Vane Voc 2 nya ENT, tidak bisa hadir sehubungan tempat phil bekerja (Rumah Sakit) bossnya tidak bisa mengijinkan untuk sementara waktu, dan juga posisi Phil sang Voc 2 dari ENT ini sangat dibutuhkan ditempat dia bekerja (Rumah Sakit), tutur Dean Jones sambil nenggak AO (di saung gor bulungan)
Azhan: "Rencana selesai manggung lo mo kemana jones?", " gw mo ngeliat budaya Indonesia. knapa emangnya? lo mo nemenin gw", jawab jones sang voc 1 ENT........hemmmmm sambil senyum2 ma penulis, azhan ngomong ma gw: " kite ajak ke TMI aje ya don......(sambil ketawa). iya tuh mending ke TMI aja biar ngeliat indonesia hanya dengan beberapa jam saja murah lagi hahahahah.....jawab gw.
Bule katro........mau aja lo dikerjain.......hahahahahahaha
Diposting oleh Unknown di 09.20 0 komentar
Label: Artikel Musik
TENGKORAK mau BUBAR.............!!!!!
Diposting oleh Unknown di 15.19 2 komentar
Label: Artikel Musik
Finger Language
Sungguh menarik! Begitu banyak ekspresi yang dapat diungkapkan oleh bagian-bagian tubuh kita. Pada halaman ini anda akan me-ngetahui beberapa arti gerakan yang khusus disampaikan oleh bagian tubuh anda khususnya, fingers!
• Di Jepang gerakan ini berarti “Uang”
•Di beberapa Negara Mediterania gerakan ini malah berarti “Homosexual”
• Di Prancis berarti angka “Nol”
• Di India gerakan inipun dapat berarti, “Bagus’, “Kelas Atas” atau “A-1” Kemudian gerakan jari lain yang sering kita lihat lagi adalah gerakan jari yang membentuk huruf V, se-lama ini kita tahu kalau gerakan ini mengisyaratkan damai atau “Peace”. Tapi taukah Anda, kalau gerakan ini juga berarti “The Victory Symbol” bagi Winston Churchill pada saat Perang Dunia II.
Waw, baru tau bukan!!!
karena jika Anda mengacungkan ibu jari anda di Afganistan, wah...gerakan tersebut memiliki arti vulgar yang sangat tabu bagi kita…hhmm, sama seperti kalau Anda mengacungkan jari tengah misalnya.
seseorang, maka bisa saja Anda membantu orang tersebut keluar dari masalah bukan?! Yang lebih Anda juga bias membaca gelagat pasangan Anda ketika berbohong dari jari-jari mereka yang sering menarik kerah baju (mungkin mengurangi rasa geli di leher karena kebohonganya) tapi itu biasanya dialami oleh para pria, lalu bagaimana dengan wanita? Biasanya wanita dapat lebih halus melakukan bahasa tubuh ketimbang pria tentu saja karena sisi feminimnya.
Jari saling menggenggam Biasanya, menyiratkan suasana hati seseorang sedang dalam posisi negative. Jika semakin kuat genggamannya maka semakin kuat mereka menunjukan rasa itu (frustasi, permusuhan atau menyembunyikan perilaku negative). Jadi, Anda harus mencari cara bagaimana agar orang tersebut dapat membuka tanganya agar ia dapat lebih relaks lagi terhadap Anda.
Tentu anda sering melihat bahkan mengalaminya bukan?
Gerakan seperti ini sangat mudah diingat pengartianya. Ya..tipe orang yang selalu merasa “Confident” sering melakukan gerakan ini, misalnya akun-tan, pengacara dan lain-lain. Yaitu me-reka sedang mengungkapkan ide
Majalah Edisi XIV http://edisixiv.leadership-park.com Powered by Joomla! Generated: 7 July, 2008, 04:24 sambil berbicara, dan ketika men-dengarkan ia akan mengganti posisi jarinya mengadap ke bawah. Coba ingat, apa betul begitu?
- Well..walaupun sudah dibahas di halaman depan tidak ada salahnya Anda mengetahui bahasa ibu jari yang lain bukan.
Jari yang saling menumpuk
Gerakan jari seperti ini lebih do-minan dilakukan oleh wanita, selain melambangkan sisi feminimitas juga me-nunjukan sisi elegan wanita tersebut. Tidak percaya? Coba saja Anda lihat para wanita yang pernah memenangkan kontes kecantikan, gerakan tangan seperti ini adalah hal yang wajib bagi mereka. Karena mengandung nilai etika dan estetika.
kalangan mahasiswa, “hook “em horns” atau tepatnya, Harley Clark yang mempopulerkan simbol itu di tahun 1955.
Diposting oleh Unknown di 11.38 0 komentar
Label: Artikel Musik
SALAM METAL 3 JARI = TANDA SALIP
Apakah anda tau tentang salam 3 jari belakangan ini. pengutip bukan untuk bermaksud mengadu domba kepada pengagum musik metal atau yang lainnya.
Salam 3 jari diambil dan melambangkan singkatan Yunani I X C (Iesus Christus Soter, Yesus Kristus Juruselamat). seperti ini ceritanya.
Tanda Salib merupakan suatu gerakan yang indah, yang mengingatkan umat beriman pada salib keselamatan sembari menyerukan Tritunggal Mahakudus. Secara teknis, Tanda Salib merupakan sakramentali, suatu lambang sakral yang ditetapkan Gereja guna mempersiapkan orang untuk menerima rahmat, dan yang menguduskan suatu saat atau peristiwa. Seiring pemikiran tersebut, gerakan ini telah dilakukan sejak masa Gereja Perdana untuk memulai dan mengakhiri doa serta Misa.
Para Bapa Gereja awali menegaskan penggunaan Tanda Salib. Tertulianus (wafat 250) menggambarkan kebiasaan membuat Tanda salib: “Dalam segala kegiatan dan gerakan, setiap kali kami datang maupun pergi, saat mengenakan sepatu, saat mandi, saat makan, saat menyalakan lilin, saat berbaring, saat duduk, dalam segala apapun yang kami lakukan, kami menandai dahi kami dengan Tanda Salib” (De corona, 30).
St. Sirilus dari Yerusalem (wafat tahun 386) dalam Pengajaran Katekesenya menyatakan, “Jadi, marilah kita tanpa malu-malu mengakui Yang Tersalib. Jadikan Salib sebagai meterai kita, yang dibuat dengan mantap menggunakan jari-jari di dahi kita dan dalam segala kesempatan; atas roti yang kita makan dan cawan yang kita minum, saat kita datang dan saat kita pergi; sebelum kita tidur, saat kita berbaring dan saat kita terjaga; saat kita bepergian, dan saat kita beristirahat” (Katekese, 13). Lama-kelamaan, Tanda Salib dimasukkan dalam berbagai tindakan dalam Misa, misalnya menandai diri tiga kali di dahi, bibir dan hati saat Injil hendak dibacakan atau saat menyampaikan berkat dan saat menandai roti dan anggur persembahan yang dimulai sekitar abad kesembilan.
Cara resmi paling awal dalam membuat Tanda Salib muncul sekitar tahun 400-an, yaitu saat munculnya bidaah Monophysite yang menyangkal adanya dua kodrat dalam pribadi ilahi Kristus, dan dengan demikian menyangkal persekutuan Tritunggal Mahakudus. Tanda Salib dibuat dari dahi ke dada, dan kemudian dari bahu kanan ke bahu kiri. Ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah ditangkupkan sebagai lambang Tritunggal Mahakudus - Bapa, Putra dan Roh Kudus. Di samping itu, ketiga jari ditangkupkan sedemikian rupa hingga melambangkan singkatan Yunani I X C (Iesus Christus Soter, Yesus Kristus Juruselamat): jari telunjuk yang lurus melambangkan I; jari tengah saling bersilangan dengan ibu jari melambangkan X; dan jari tengah yang bengkok melambangkan C. Jari manis dan jari kelingking dilipat ke arah telapak tangan, melambangkan kesatuan kodrat manusia dan kodrat ilahi, kehendak manusia dan kehendak ilahi dalam pribadi Kristus. Cara membuat Tanda Salib seperti ini umum dilakukan di kalangan seluruh Gereja hingga sekitar abad keduabelas, tetapi hingga sekarang masih tetap dipraktekkan dalam Gereja-gereja Katolik Ritus Timur dan Gereja-gereja Orthodox.
Suatu instruksi dari Paus Inosensius III (1198 - 1216) membuktikan adanya tradisi praktek tersebut, sekaligus menunjukkan adanya perubahan dalam praktek Gereja Katolik Ritus Latin, “Tanda Salib dibuat dengan tiga jari, sebab penandaan diri tersebut dilakukan sembari menyerukan Tritunggal Mahakudus…. Beginilah cara melakukannya: dari atas ke bawah, dan dari kanan ke kiri, sebab Kristus turun dari surga ke bumi, dan dari Yahudi (kanan) Ia menyampaikannya kepada kaum kafir (kiri).” Sembari memperhatikan kebiasaan membuat Tanda Salib dari bahu kanan ke bahu kiri, yang dilakukan baik oleh gereja-gereja barat maupun timur, Paus Inosensius melanjutkan, “Namun demikian, yang lain, membuat Tanda Salib dari kiri ke kanan, sebab dari sengsara (kiri) kita harus beralih menuju kemuliaan (kanan), sama seperti Kristus beralih dari mati menuju hidup, dan dari Tempat Penantian menuju Firdaus. [Sebagian imam] melakukannya dengan cara ini, sehingga mereka dan umat menandai diri mereka dengan cara yang sama. Kalian dapat dengan mudah membuktikannya - bayangkan imam menghadap umat untuk menyampaikan berkat - ketika kami membuat Tanda Salib atas umat, kami melakukannya dari kiri ke kanan…” Karenanya, sejak saat itu umat beriman mulai meniru imam dalam menyampaikan berkat, dari bahu kiri ke bahu kanan dengan tangan terbuka. Lama-kelamaan, praktek ini menjadi cara yang biasa digunakan dalam Gereja Barat.
Dalam karya klasik, “Upacara-upacara Ritus Romawi” tulisan Adrian Fortescue dan J. B. O'Connell, Tanda Salib dibuat dengan cara berikut: “Letakkanlah tangan kiri dengan telapak terbuka di bawah dada. Tangan kanan terbuka juga. Pada saat menyerukan Patris [Bapa] angkatlah tangan kanan dan sentuhkan kening; saat menyerukan Filii [Putra], sentuhlah dada agak ke bawah, tetapi di atas tangan kiri; saat menyerukan Spiritus Sancti [Roh Kudus], sentuhlah bahu kiri dan kanan; saat menyerukan Amin, tangkupkan kedua tangan jika perlu.” Meskipun praktek ini telah berkembang dari bentuk asalnya dan kini masih dipraktekkan dalam Ritus Timur, tetapi telah menjadi praktek yang biasa dilakukan pula dalam Gereja Ritus Latin selama beberapa abad.
Tak peduli bagaimana orang secara teknis membuat Tanda Salib, gerakan haruslah dilakukan dengan khidmat dan saleh. Umat beriman haruslah menyadari kehadiran Tritunggal Mahakudus, dogma inti yang menjadikan orang-orang Kristen sebagai “Kristen”. Juga, umat beriman haruslah ingat bahwa Salib adalah tanda keselamatan kita: Yesus Kristus, sungguh Allah yang menjadi sungguh manusia, yang mempersembahkan kurban sempurna bagi penebusan dosa-dosa kita di atas altar salib. Tindakan sederhana namun mendalam ini membuat setiap orang beriman sadar akan betapa besar kasih Allah bagi kita, kasih yang lebih kuat daripada maut dan akan janji-janji kehidupan abadi. Demi alasan-alasan yang tepat, indulgensi sebagian diberikan kepada mereka yang menandari dirinya dengan Tanda Salib dengan khidmat, sambil menyerukan, “Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus” (Enchirdion of Indulgences, No. 55). Oleh sebab itu, marilah setiap kita membuat Tanda Salib dengan benar dan khidmad serta tidak dengan sembarangan ataupun ceroboh.
Fr. Saunders is pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls and a professor of catechetics and theology at Notre Dame Graduate School in Alexandria.
sumber : “Straight Answers: The Sign of the Cross” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2004 Arlington Catholic Herald. All rights reserved; www.catholicherald.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”
oleh: P. William P. Saunders
Bagaimana, masih mau pake 3 jari...........
Diposting oleh Unknown di 09.57 6 komentar
Label: Artikel Musik
MY FRIEND.......
Azhan Miraza was born in Banda Aceh in September 12th 1980. Since 12 years old AZHAN has been interested in learning drum. From VOODOO's drummer, Ossa Sungkar, Azhan improved the technic of playing drum. In 1996, he found his thrash metal band, ANAL INTRUDER.
This band played songs from Metallica, Sepultura, Megadeth, Yngwie Malmsteen, Napalm Death and Dream Theater. In 1997, Azhan joined the MEPHYSTOPHELES, a band played mystical death metal. With MEPHYSTOPHELES he recorded a promo tape entitled THE CURSE OF SATAN.This album was played in some radios.
In 1999, MUSICA, one of the major labels from Indonesia, under ROTORCORP was interested in recording one of their songs for METALIK KLINIK 3 COMPILATION. This compilation consists of 12 metal, black metal and brutal death metal bands from Indonesia.
At that time, Azhan also played with NO-CLEAR, a band which played songs from MEGADETH and DREAM THEATER. With this band Azhan often won the competitions in some festivals as the best drummer. And Azhan joined BLEND....BLEND is a band which played pop music. Due to his study Azhan had to leave his band. Although Azhan was busy with his study, he didn't leave the music totally. He kept playing music with some other bands, eventhough it was not as serious as his previous band. One of these bands is THE STRANGE FRUIT. With this band he gave his performances in some cafes in Kemang.
Besides playing drum, the second instrument that Azhan plays is guitar. During his studied he always spent his leisure time to play guitar. He was inspired by Marty Friedman, Michael Romeo, George Bellas, Steve Vai, Joe Satriani, Jason Becker, Yngwie Malmsteen, Paul Gilbert, Rusty Cooley, John Petrucci, Ron Jarzombek and Bucket Head.
After finished his study, Azhan created some songs. With help of his friend Boyke, Azhan released his solo album PROJECT ONE in Mei 2005. This album tells about Azhan`s life after he finished his study. Also, one of his songs tells about the tsunami (TSUNAMI DESTROYED MY VILLAGE). Now Azhan is preparing new materials for the second album. BOYKE will be involved in Azhan`s second album.
http://profiles.friendster.com/11812652
With Boyke:
Download here:
It Was Complicated
With MEPHYSTOPHELES
DiminishingTheWorshipers
PregnantCorpse_LiveatStudio
CurseOfSatan_LiveAtStudio
Diposting oleh Unknown di 11.10 0 komentar
Label: Artikel Musik
Boleh Aja Bermusik-ria, Asal...
Sudah banyak penelitian medis yang dipublikasikan tentang bahaya rutinitas mendengarkan musik keras-keras di walkman/CD-Player maupun dari live music. Ketulian permanen adalah bahaya akumulatif dari kedua kebiasaan tersebut. Salah satu penelitian di USA malah dengan berani mengatakan bahwa 9 dari 10 orang yang ditelitinya potensial mengarah ke ketulian permanen akibat dari hobi mereka menghabiskan waktu dengan clubbing 6 jam atau lebih setiap weekend. Sebagai gambaran, musik pub / clubbing yang hingar bingar itu memiliki satuan kekuatan bunyi rata-rata sebesar 125 desibel. Bandingkan bahwa jika Anda termasuk yang risih dengan suara tukang yang sedang mengebor dinding di rumah Anda, ternyata suara bor mesin yang mengilukan di telinga itu hanyalah 110 desibel saja. Percakapan manusia sehari-hari rata-rata adalah 40 desibel, so jangan heran jika Anda sedang dalam clubbing harus berteriak minimal 3 kali lipat dari suara percakapan biasa untuk memanggil seorang kawan yang sedang berdiri tepat di sebelah Anda.
Ketulian akibat kebisingan timbul setelah telinga kita menerima bunyi dengan kekuatan 85 desibel atau lebih secara berulang-ulang dalam jangka waktu lama (akumulatif). Walaupun telinga manusia itu merupakan sistem ciptaan yang luar biasa hebat dan mampu meredam suara berlebih dalam batas tertentu, tetapi dalam hal hentakan bunyi yang berlebih berulang-ulang, kebiasaan tersebut perlahan tapi pasti akan menggunduli serabut-serabut sensorik di telinga dalam Anda (koklea). Jadi ketulian yang terjadi adalah ketulian tipe saraf yang artinya mustahil disembuhkan. Proses yang sama juga dialami mereka yang rajin menempelkan headphone CD-player/ walkman di telinga mereka 4 jam atau lebih perhari dengan suara yang lumayan keras. Dan lebih sering lagi hal ini dijumpai pada pekerja pabrik mesin berat yang setiap hari harus terpapar bunyi dengan desibel yang cukup untuk membuat tuli.
Beberapa tahapan ketulian sebenarnya pernah Anda alami setelah rutin clubbing tiap minggu. Tahapan paling awal adalah adanya tinnitus atau suara berdenging sampai beberapa jam pasca keluar dari club. Jika akumulasi masih berlanjut, esok-esok hari beberapa setelah clubbing, ambang dengar telinga Anda agak sedikit meningkat yang artinya mungkin biasa Anda nyaman mendengarkan radio dalam mobil Anda dalam point suara 14 sekarang jsutru di angka 18 baru merasa terdengar jelas. Tapi perubahan ambang ini beberapa jam kemudian akan pulih seperti sediakala. Nah tahapan terakhir barulah terjadi peningkatan ambang dengar secara permanent alias tuli derajat ringan hingga menengah. Dan tuli tersebut umumnya terjadi berbarengan pada kedua telinga Anda.
Jadi, apakah saya menyarankan Anda untuk menghentikan semua aktivitas clubbing maupun CD-player ria? Oh tentu hal itu tidaklah bijaksana. Walaupun dampak dari kedua kebiasaan itu menurut penelitian akan mengerikan.
Ada beberapa tips yang dapat Anda ingat untuk dapat tetap mencintai aktivitas musik Anda sembari menghindari diri dari ketulian dini;
- Untuk yang suka clubbing, sebaiknya Anda lebih selektif memilih tempat clubbing yang memiliki peredam suara pada dindingnya serta luas ruangan yang tidak sempit. Hal ini untuk mengurangi pemantulan suara bagaikan efek rumah kaca yang akan berakibat double pada kerusakan telinga Anda. Selain itu, hindarilah berdiri atau duduk tepat di dekat speaker yang berdentum dengan hebat. Selalu sempatkan diri Anda keluar dari ruangan hingar bingar tersebut cukuplah 10 menit saja per jam, misalnya ke WC. Dan jika Anda lebih konsen lagi terhadap kedua koklea Anda yang imut, Anda dapat mengenakan peredam telinga berbahan kain lembut (seperti penutup telinga berbentuk bando yang biasa dipakai di musim dingin).
- Jika Anda walkman atau CD-player mania, yah mau ga mau sebaiknya suara musik yang Anda stel seminimal efektif mungkin serta tidak melebihi 4 jam sehari. Lebih bijak lagi jika Anda memutarkan CD atau kaset musik Anda di mini compo saja, tapi yah jangan keras-keras juga, kalau tidak telinga Anda bisa semakin budek karena ditempeleng tetangga yang terganggu hahaha..
- Para pekerja pabrik yang rentan kebisingan maupun pekerja di tengah jalan raya yang ramai suara kendaraan, hendaknya perlu mengenakan pelindung telinga yang bertujuan meredam kebisingan suara. Biasa kaum ini adalah kaum yang paling banyak menderita ketulian akibat kebisingan tersebut, sebab mereka terpapar kebisingan setiap hari. Apalagi jika hobi bapak-bapak ini clubbing setiap weekend, lengkaplah sudah deh.
Jadi boleh aja asyik-asyik bermusik ria asal……
oleh: Leonardo Paskah Suciadi
Diposting oleh Unknown di 09.54 0 komentar
Label: Artikel Musik
Siapa Pencipta Solmisasi Sebenarnya?
Tangga nada solmisasi yang diakui secara internasional dan digunakan di seluruh orang di dunia ini dinyatakan diciptakan oleh Guido Arezzo, seorang pemusik Italia, dalam program British Channel 4. Ada lagi pendapat yang menyatakan bahwa solmisasi tersebut merupakan himne St. John dan Guido Arezzo (995-1050) adalah orang yang pertama kali menggunakannya.
Tapi, kenyataan yang sebenarnya menunjukkan bahwa ternyata awalnya solmisasi tersebut merupakan hasil penemuan para ilmuwan muslim. Solmisasi tersebut awalnya berupa notasi dalam abjad Arab yang terdiri dari Mi Fa Shad La Sin Dal Ra. Kemudian, notasi ini ditransliterasikan ke dalam bahasa Latin menjadi Mi Fa Sol La Ti Ut Re dan dikenal sebagai himne St. John. Transliterasi ini selanjutnya pertama kali digunakan oleh Guido Arezzo sehingga terkenal menjadi notasi Guido’s Hand. Kemudian, notasi ini berkembang menjadi notasi musik yang digunakan hingga saat ini, yaitu Mi Fa Sol La Si Do Re.
Jadi, dapat disimpulkan ternyata notasi Guido’s Hand milik Guido Arezzo hanyalah jiplakan dari notasi arab yang telah ditemukan dan digunakan sejak abad ke-9 oleh para ilmuwan muslim. Para ilmuwan yang telah menggunakannya, antara lain: Yunus Alkatib (765), Al-Khalil (791), Al-Ma’mun (wafat 833), Ishaq Al-Mausili (wafat 850), dan Ibn Al-Farabi (872-950).
Ishaq Al-Mausili memperkenalkan solmisasi dalam bukunya Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs yang begitu populer di Barat. Sedangkan, Ibn Al-Farabi (872-950) memperkenalkannya dalam Kitab Al-Mausiqul Kabir. Selain itu, Ziryab (789-857), seorang ahli musik dan ahli botani dari Baghdad, turut mengembangkan penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol jah sebelum Guiddo Arezzo muncul dengan notasi Guido’s Hand-nya. Ibn Firnas (wafat 888) pun turut berperan dalam penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol. Karena, ia adalah orang yang memperkenalkan masyarakat Spanyol terhadap musik oriental dan juga merupakan orang yang pertama kali mengajarkannya di sekolah-sekolah Andalusia.
Guido Arezzo dapat mengetahui solmisasi tersebut dengan mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang berisi kumpulan penemuan ilmuwan muslim di bidang musik. Solmisasi tersebut ditulis dalam Catalogna yang diterbitkan di Monte Cassino pada abad ke-11. Monte Cassino merupakan daerah di Italia yang pernah dihuni masyarakat muslim dan juga pernah disinggahi oleh Constantine Afrika.
Constantine Afrika adalah seorang ilmuwan muslim dari Tunisia yang masuk ke Italia melalui Salerno. Ia sempat mengajarkan musik kepada orang-orang barbar dan terbelakang di Salerno. Selain itu, ia juga menterjemahkan buku-buku penemuan ilmuwan muslim untuk dijadikan acuan bagi pelajar Eropa. Ia juga memberi kesempatan kepada pelajar Italia untuk mempelajari musik di Spanyol karena pada saat itu Spanyol tengah diramaikan oleh ahli musik, seperti Ziryab dan Ibn Firnas.
Akibatnya, banyak pelajar Italia yang mempelajari musik di Spanyol. Salah satu pelajar tersebut adalah Gerbert Aurillac (wafat 1003). Gerbert Aurillac ini kemudian menjadi orang yang meletakkan dasar musik di negara-negara Eropa. Selain itu, ia juga melahirkan banyak pakar musik barat.
Diposting oleh Unknown di 09.43 2 komentar
Label: Artikel Musik
JOHN PETRUCCI

(lahir pada tanggal 12 Juli, 1967), adalah gitaris Amerika yang dikenal sebagai anggota pembentuk grup progresif metal Dream Theater. Dia juga seorang produser (bersama teman satu bandnya Mike Portnoy) dari semua album Dream Theater sejak rilis album Scenes From A Memory, pada tahun 1999.
Biografi
Petrucci besar di Long Island, tepatnya Kings park dimana Petrucci bersama John Myung dan Kevin Moore sekolah di tempat yang sama. Petrucci bermain gitar pertama kali pada saat berumur 8 tahun. Dan mulai bermain dengan sebuah band pada umur 12 tahun. Band dan gitaris yang mempengaruhi permainan gitarnya adalah Yngwie Malmsteen, Randy Rhoads, Iron Maiden, Stevie Ray Vaughn, Yes, Rush dsb. Karena saat itu sedang berkembang irama metal dan trash, Petrucci menambahkan pengaruhnya pada musik Metallica dan Queensryche.
Diposting oleh Unknown di 10.07 0 komentar
Label: Artikel Musik, Biografi Musisi
Kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulit dilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagai pendahulunya.
Sebut saja misalnya God Bless, Gang Pegangsaan, Gipsy (Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS (Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten.
Mereka inilah generasi pertama rocker Indonesia. Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asal Bandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkan musik keras dengan gaya yang lebih liar dan exstrem untuk ukuran zamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu2x yang dimainkan band- band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP.
Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarah namanya sempat mengharum di pentas nasional. Sebut saja misalnya El Pamas, Grass Rock (Malang), Power Metal (Surabaya), Adi Metal Rock (Solo), Val Halla (Medan) hingga Roxx (Jakarta). Selain itu Log jugalah yang membidani lahirnya label rekaman rock yang pertama di Indonesia, Logiss Records. Produk pertama label ini adalah album ketiga God Bless, “Semut Hitam” yang dirilis tahun 1988 dan ludes hingga 400.000 kaset di seluruh Indonesia.
Menjelang akhir era 80-an, di seluruh dunia waktu itu anak-anak muda sedang mengalami demam usik thrash metal. Sebuah perkembangan style musik metal yang lebih ekstrem lagi dibandingkan heavy metal. Band2x yang menjadi gods-nya antara lain Slayer, Metallica, Exodus, Megadeth, Kreator, Sodom, Anthrax hingga Sepultura. Kebanyakan kota2x besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Malang hingga Bali, scene undergroundnya pertama kali lahir dari genre musik ekstrem tersebut.
UNDERGROUND VS IDEALISME
Kata underground periode tahun 90-04 sempat naik daun, dan jadi basis sayap kiri bagi kalangan musisi independen. Di Bandung basis kelompok musisi indie, kata underground diterjemahkan sebagai bawah tanah, dengan arti khusus kebebasan buat berkarya.
“Kami menyebut underground sebagai spirit bermusiknya. Di Bandung underground nggak ada yang istilah paling hebat. Jadi, semua bersaing. Semua memiliki kubu dan massa masing-masing. Beda dengan di Jakarta, dulu ada satu grup yang menjadi pimpinan underground. Di Sukabumi juga begitu, kata salah satu penyiar Radio MGT FM Bandung. Karena kata underground sering diartikan salah kaprah, maka bagi sebagian musisi, kata underground diartikan sebagai band-band pembawa lagu-lagu keras, “wah yang ngomomg kayanya blom lulus buat jadi musisi nih” tapi buat banyak musisi lainnya, underground bisa diisi segala macam jenis musik, selama mereka belum masuk pada major label.
Banyak band2x yang sekarang bernaung di major label, background aslinya adalah band indie juga. toh buat mereka ga ada masalah dengan penggemar panatik mereka ketika masih band indie, apa yang dicapainya sekarang adalah titik kesuksesan berkarir, soalnya kita sedang di dalam ruang lingkup rezeki kalau memang kita bisa masuk ke major label knapa ngga kita manfaatin semaksimal mungkin bukan berarti indie label ngga ngejanjiin masa depan yang bagus. ini tinggal soal peluang yang harus atau ngga diambil sama sekali.
Aliran musik dalam underground bisa sangat beragam, mau yang load voice, midlle voice sampai yang kalem pun itu bisa, yang penting semangat dalam pembawaan nya aja yang jangan di lupain. soalnya semangat / spirit ini lah yang paling penting “UNDERGROUND SPIRIT”. ambil contoh, ketika kita mendengarkan beberapa buah lagu : return of zelda-system of a down, enter sandman-metallica dan american idiot-green day. Yang kita tahu ke tiga lagu tsb sama2x load voice, sama2x dimainkan dengan peralatan musik yang ga jauh beda jenisnya, tapi kalo kita telisik lebih dalam pasti ada banyak perbedaan yang mencolok dari ke tiga nya, apalagi kalo bukan pembawaan ama spiritnya. Hal ini juga lah yang dapat membedakan jenis musik dan aliran apa yang mereka mainkan. Begitu pula dengan undergound, klo selalu di deskripsikan dengan musik yang keras, tentunya itu salah besar.
Namun memang underground lebih dekat dengan jenis musik metal. Jenis musik ini memang jauh dari incaran perusahaan rekaman besar yang, yang biasa disebut major label. Bahkan ada pendapat agak ekstrem, “Kalau band indie masuk major label, pasti konsep bermusiknya jadi beda, karena harus disesuaikan dengan pasar, dan tak dapat beridealis ria lagi.
Pendapat inilah yang ditolak oleh Beng-Beng, Jun Fan Gung Foo dan Noin Bullet dari Bandung. Noin Bullet yang memainkan musik ska-core, awalnya memang indie label, namun kini masuk lingkaran major label Warner Music Indonesia. “ Tapi musik kami tak berubah. Semua lagu yang kami jual dengan indie label, langsung diedarkan lagi oleh Warner, dengan label Warner Music Indonesia. Tanpa berubah, tanpa didikte siapapun, “ kata Chairul, gitaris Noin Bullet. Bersama Beng-Beng, ia curiga, jangan-jangan anak-anak indie banyak iri, karena Pas, Noin Bullet dan beberapa band indie lainnya bisa masuk major label, sementara mereka belum. http://www.newsmusik.net/
Ngomong2x soal idealisme, sebagian besar band2x indie mengusungnya baik dalam karya lagu, pementasan bahkan ada yang membawa idealisme tersebut dalam kehidupannya sehari - hari. Macam2x jenis idealisme yang di usung band2 indie tsb, diantaranya : Idealis terhadap isu anti kemapanan, Idealis terhadap isu anti major label, Idealis terhadap isu sosial, politik dan ekonomi bahkan ada yang lebih extrem yaitu Idealis dengan atheisme atau tidak percaya terhadap adanya Tuhan. Cuman untuk point yang ke empat ini kita akan sangat sulit untuk menjumpainya.
Banyak band-band indie yang sejak awal sudah idealis salah satunya alergi sama major label, dan tak mau menawarkan lagu2x karyanya ke sana. Padahal banyak contoh menarik tentang band-band indie yang masuk major label, seperti Netral, Pas, Jun Fan Gung Foo dan Sucker Head.
Berikut adalah sebagian kecil band2x indie asli made in bandung yang mungkin dapat gw inget, yang eksistensinya masih dapat kita jumpai :
Jack and the four man, Koil, Polyester embassy, The tomato, Rocket rocker, Alone at last, Closehead, Mobil derek, Disconnected, The s.i.g.i.t, Mocca, Tcukimay, Pure saturday, A stone A, Retrieval, Restless, Hellgods, Jeruji, Laluna, Maymelian, Burgerkill, Bak sampah dll
Akhirnya, dalam keluarga underground alias independen itu, ada jenis musik yang beragam : industrial-techno, hardcore, brutal death metal, punk, hardrock, ska, alternative, black metal dan lainnya.
UNDERGROUND VS INDIE
Indie Indonesia Era 2000-an
Bagaimana pergerakan scene musik independen Indonesia era 2000-an?
Kehadiran teknologi internet dan e-mail jelas memberikan kontribusi besar bagi perkembangan scene ini. Akses informasi dan komunikasi yang terbuka lebar membuat jaringan (networking) antar komunitas ini semakin luas di Indonesia. Band-band dan komunitas-komunitas baru banyak bermunculan dengan menawarkan style musik yang lebih beragam.
Trend indie label berlomba-lomba merilis album band-band lokal juga menggembirakan, minimal ini adalah upaya pendokumentasian sejarah yang berguna puluhan tahun ke depan. Yang menarik sekarang adalah dominasi penggunaan idiom indie dan bukan underground untuk mendefinisikan sebuah scene musik non-mainstream lokal. Sempat terjadi polemik dan perdebatan klasikmengenai istilah indie atau underground ini di tanah air.
Sebagian orang memandang istilah underground semakin bias karena kenyataannya kian hari semakin banyak band-band underground yang sell-out, entah itu dikontrak major label, mengubah style musik demi kepentingan bisnis atau laris manis menjual album hingga puluhan ribu keping. Sementara sebagian lagi lebih senang menggunakan idiom indie karena lebih elastis dan misalnya, lebih friendly bagi band-band yang memang tidak memainkan style musik ekstrem. Walaupun terkesan lebih kompromis, istilah indie ini belakangan juga semakin sering digunakan oleh media massa nasional, jauh meninggalkan istilah ortodoks `underground’ itu tadi.
[brigezisback.wordpress.com]
Diposting oleh Unknown di 14.23 0 komentar
Label: Artikel Musik
DAFTAR VIDEO MUSIK YANG DISENSOR
Ini adalah daftar video musik yang disensor baik oleh MTV, MTV2, VH1, CMT, BET, Q TV, Juice TV, Fuse, The Box, C4 atau MuchMusic. Termasuk video yang tidak dilarang di semua stasiun (misalnya "Prison Sex" dari Tool ditayangkan di C4, namun dilarang oleh MTV dan MuchMusic). Video dengan kandungan eksplisit ditebalkan.
- 2 Live Crew "Me So Horny" Video
- 50 Cent "Just A Little Bit"
- Add N To (X) "Plug Me In" Video
- AFI "The Leaving Song Pt. II" Video
- Anthrax "What Doesn't Die" Video
- Aphex Twin "Come To Daddy" Video & "Windowlicker" Video
- Audioslave "Show Me How To Live" Video
- Basement Jaxx "U Don't Know Me" Video
- Björk "Army of Me" Video, "Cocoon" Video & "Pagan Poetry" Video
- Blink 182 "Adam's Song" Video & "I Miss You" Video
- Bloodhound Gang "The Bad Touch" Video
- British Sea Power "Please Stand Up" Video
- Britney Spears "Toxic" Video
- Cannibal Corpse "Sentenced to Burn" Video
- The Cardigans "My Favourite Game" Video 1 Video 2
- Christina Aguilera "Dirrty" Video
- Cradle Of Filth "From The Cradle To Enslave" Video
- Custom "Hey Mister" Video
- D12 "Purple Hills" Video
- Dandy Warhols "Bohemian Like You" Video
- Danzig "Mother" Video
- Dimmu Borgir "Progenies Of The Great Apocalypse" Video
- Disturbed "Prayer" Video
- DJ Shadow "Walkie Talkie" Video
- The Doors "The Unknown Soldier" Video
- Dr. Dre "The Next Episode" Video
- Duran Duran "Girls on Film" Video
- Eminem "Superman" Video
- Enrique Iglesias "Sad Eyes"
- Fiona Apple "Criminal" Video
- Foo Fighters "Low" Video
- Frankie Goes To Hollywood "Relax" Video
- Franz Ferdinand "Do You Want To" Video
- The Haunted "D.O.A." Video
- Garth Brooks "The Thunder Rolls"
- George Michael "I Want Your Sex" Video
- Green Day "American Idiot"
- Incubus "Megalomaniac" Video
- INXS "The Gift" Video
- Jay-Z "99 Problems" Video
- Kings Of Leon "Four Kicks" Video
- Lamb of God "Now You've Got Something To Die For"
- Ludacris "Splash Waterfalls"
- Lil' Kim "How Many Licks" Video
- Machine Head "Crashing Around You"
- Madonna "Justify My Love" Video & "What It Feels Like For a Girl" Video
- Maroon 5 "This Love"
- Marilyn Manson "S(aint)" Video, "Sweet Dreams (Are Made of This)" Video, "The Nobodies" Video & "Coma White" Video
- Massive Attack "Be Thankful For What You've Got" Video
- Megadeth "In My Darkest Hour" Video
- Methods Of Mayhem "Get Naked"
- Metallica "Turn The Page" Video
- Mötley Crüe "Girls, Girls, Girls" Video & "Primal Scream" Video
- Michael Jackson "Black or White" Video, "You Are Not Alone" Video & "They Don't Care About Us" Video
- Mr. Bungle "Travolta" Video
- Nas featuring Puff Daddy "Hate Me Now" Video
- Neil Young "This Note's For You" Video
- Nelly & Justin Timberlake "Work It" Video
- Nelly "E.I. the Tipdrill remix"
- Nine Inch Nails "Happiness in Slavery" Video, "Closer" Video
- Panic! At The Disco "I Write Sins, Not Tragedies"
- Papa Roach "The Last Resort" Video
- Pearl Jam "Jeremy"
- Primus "Lacquer Head" Video
- The Prodigy "Smack My Bitch Up" Video
- Rammstein "Mann Gegen Mann" Video
- R.E.M. "Losing My Religion" Video
- The Replacements "The Ledge" Video
- Rise Against "Ready To Fall" Video
- Robbie Williams "Rock DJ" Video
- Scissor Sisters "Filthy Gorgeous" Video
- Sepultura "Arise" Video
- Sir Mix-a-Lot "Baby Got Back" Video
- Skinny Puppy "Testure" Video, "Worlock" Video
- Smashing Pumpkins "Try, Try, Try" Video
- Soundgarden "Jesus Christ Pose" Video
- Spinal Tap "Bitch School" Video
- Squirrel Nut Zippers "Put A Lid On It"
- tAtU "All About Us" Video
- The Strokes "Juicebox" Video
- System Of A Down "Boom!" Video, "Hypnotize" Video & "Sugar" Video
- Taking Back Sunday "Cute Without The 'E' (Cut From The Team)"
- Tenacious D "Fuck Her Gently" Video
- Tool "Prison Sex" Video
- Type O Negative "My Girlfriends Girlfriend" Video, "Love You To Death" Video
- U.N.K.L.E. "Rabbit In Your Headlights"
- Van Halen "Oh! Pretty Woman" Video
- Warrant "Cherry Pie" Video
- Wax "California" Video
- Ween "I Can't Put My Finger On It" Video
- Weezer "Hash Pipe" & "We Are All On Drugs" Video
Diposting oleh Unknown di 11.53 0 komentar
Label: Artikel Musik











